SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Semangat berbagi terasa dalam suasana puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Semarang. Di tengah ribuan warga yang hadir di Halaman Balai Kota Semarang, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meluncurkan gerakan Kota Semarang Peduli untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8) malam.
Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tak membutuhkan waktu lama sejak diluncurkan, donasi yang dihimpun melalui QRIS Kota Semarang Peduli telah mencapai sekitar Rp91 juta.
Agustina mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut mengambil bagian dalam aksi solidaritas tersebut.
Bahkan, para pengemudi ojek daring juga ikut menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu warga NTT yang tengah menghadapi masa sulit.
Menurut Agustina, aksi kemanusiaan tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta.
Nilai kepedulian justru dapat dimulai dari hal sederhana dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Untuk membantu sesama yang sedang kesusahan tidak perlu menunggu punya banyak uang. Berapa pun diterima, tidak ada minimal. Ini adalah bentuk rasa cinta kita kepada tanah air, bangsa, dan negara,” ujar Agustina.
Melalui gerakan Kota Semarang Peduli, Pemerintah Kota Semarang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berdonasi selama tujuh hari, mulai Selasa (18/8) hingga Senin (24/8) pukul 23.59 WIB.
Agustina mengajak seluruh jajaran Pemkot Semarang, organisasi, komunitas, serta masyarakat luas untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Kita sebagai warga Kota Semarang menginisiasi adanya donasi terbuka bagi warga Kota Semarang yang belum sempat menyampaikan dukungan dan sumbangannya,” katanya.
Seluruh donasi dihimpun melalui QRIS resmi bertajuk Kota Semarang Peduli. Setelah masa penggalangan berakhir, rekening khusus tersebut akan ditutup dan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan ke rekening resmi penanggulangan bencana di NTT melalui Bank Jateng.
“Rekening ini dibuka khusus untuk bantuan bencana di NTT dan hanya berlaku sampai tanggal 24. Kami sudah meminta Bank Jateng langsung mentransfer seluruh dana terkumpul ke rekening resmi bencana NTT. Setelah itu rekening donasi ini resmi ditutup,” jelas Agustina.
Gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya pada Sabtu (15/8).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (18/8), bencana tersebut telah mengakibatkan 70 orang meninggal dunia, 1.182 orang mengalami luka-luka, serta 40.040 warga harus mengungsi.
Agustina menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Ia berharap bantuan yang dihimpun melalui gerakan Kota Semarang Peduli dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat NTT.
“Semoga apa yang kita lakukan bersama ini dapat membantu saudara-saudara kita di NTT. Ini juga menjadi bentuk bahwa di tengah momentum kemerdekaan, rasa persatuan dan kepedulian kita tetap kuat,” pungkasnya.
Peluncuran gerakan kemanusiaan itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ribuan warga bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Kehadiran penyanyi ibu kota Judika turut menambah semarak suasana malam perayaan.
Penampilan tersebut telah diagendakan sejak beberapa bulan sebelumnya, jauh sebelum terjadinya berbagai kebijakan maupun peristiwa terbaru.
Di tengah kemeriahan perayaan kemerdekaan, aksi donasi itu menjadi pengingat bahwa semangat merayakan kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana di NTT.***













