SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Suasana malam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah kampung Kota Semarang berlangsung penuh keakraban. Momen tersebut turut dimanfaatkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti untuk menyapa warga secara langsung melalui Roadshow Malam Tirakatan, Minggu (16/8/2026).
Dalam kunjungannya ke sejumlah titik tirakatan, mulai dari Kampung Kulitan, Kecamatan Semarang Tengah, RW 03 Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, kawasan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, hingga Pondok Hasanudin RW 06, Kecamatan Semarang Utara, Agustina menekankan pentingnya menjaga keguyuban sebagai kekuatan kehidupan masyarakat perkotaan.
Menurut Agustina, bantuan operasional pemerintah (BOP) sebesar Rp25 juta untuk setiap RT tidak semata-mata ditujukan untuk membiayai kegiatan warga.
Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan menjadi pemantik agar masyarakat kembali aktif berdiskusi, bertemu dan mengambil keputusan bersama.
“Uang Rp25 juta per RT ini harus digunakan dengan cara rembuk warga. Nah, itu titiknya,” kata Agustina saat berdialog dengan warga Sampangan.
Ia menjelaskan, mekanisme rembuk warga menjadi bagian penting agar penggunaan anggaran benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, pertemuan tersebut juga dapat memperkuat interaksi sosial warga yang kini semakin banyak dilakukan melalui perangkat digital.
Agustina berharap keberadaan BOP tersebut dapat menciptakan lebih banyak ruang perjumpaan di lingkungan RT.
Dengan demikian, warga tidak hanya berkumpul ketika ada persoalan, tetapi juga dapat bersama-sama merancang kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Keguyuban, lanjut Agustina, merupakan salah satu kekuatan yang masih terasa dalam kehidupan kampung di Kota Semarang.
Sikap saling menjaga, keramahan dan suasana tenteram menjadi modal sosial yang perlu terus dirawat.
“Terima kasih. Hari ini saya sudah membuktikan bahwa ternyata BOP Rp25 juta itu sangat bermanfaat ya. Matur nuwun,” ujarnya.
Selain berbicara mengenai keguyuban, Agustina juga mengajak masyarakat bersiap menyambut kedatangan ribuan tamu dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang.
Ia mengatakan, masyarakat kampung akan menjadi bagian penting dari wajah Kota Semarang.
Sebab, para tamu yang datang tidak hanya beraktivitas di lokasi utama MTQ, tetapi juga berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat di berbagai sudut kota.
Karakter kampung yang ramah, guyub dan tenteram, menurut Agustina, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang.
Kehidupan kampung bahkan dapat menjadi ruang sederhana yang memperkenalkan keramahan masyarakat Indonesia kepada tamu dari berbagai daerah maupun negara.
“Sekali lagi matur nuwun, jaga kekompakan, jaga keguyuban. Sebentar lagi kita akan kedatangan banyak tamu menyambut MTQ Nasional,” tutur Agustina.
Roadshow Malam Tirakatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Pemerintah Kota Semarang bersama masyarakat dalam memaknai 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Di tengah suasana perayaan yang penuh kebersamaan, pesan untuk menjaga kekompakan sekaligus menghidupkan kembali budaya rembuk warga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kampung yang semakin harmonis.***













