Borobudur Indonesia Expo 2026 Hadirkan Talk Show “Generasi Muda Berkoperasi”

MAGELANG, (Gemparjateng.com) – Koperasi tidak lagi sekadar dipandang sebagai wadah ekonomi konvensional. Di tengah perkembangan zaman dan kreativitas anak muda, koperasi justru dinilai memiliki ruang besar untuk berkembang melalui inovasi, teknologi, serta kolaborasi.

Semangat tersebut mengemuka dalam talk show bertajuk “Generasi Muda Berkoperasi” yang mengusung tema “Dari Ide, Aksi, dan Kolaborasi” dalam rangkaian Borobudur Indonesia Expo 2026.

Kegiatan berlangsung di panggung utama Borobudur Indonesia Expo di Alun-Alun Kota Magelang, Kamis (17/9/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga siang hari.

Talk show tersebut diikuti ratusan generasi muda, baik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi maupun anak-anak muda yang berasal dari wilayah Kota Magelang.

Hadir sebagai narasumber, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Desy Arijani, S.E., M.M., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUM) Kota Magelang Syaifullah, S.Sos., M.Si., serta Tim Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran Kementerian Koperasi Republik Indonesia Rizka Maulia Indriani.

Talk show dipandu oleh Monica dari DPPKUM Kota Magelang sebagai moderator, sedangkan rangkaian acara dipandu pembawa acara Rachman Polalo.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Desy Arijani, S.E., M.M. menekankan pentingnya membuka cara pandang baru terhadap koperasi di kalangan generasi muda.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan ide sekaligus membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama.

“Generasi muda harus melihat koperasi sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka. Koperasi bukan hanya tentang simpan pinjam, tetapi juga bisa menjadi wadah untuk mengembangkan usaha, kreativitas, teknologi, dan berbagai potensi yang dimiliki anak muda,” kata Desy.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda menjadi penting agar gerakan koperasi dapat terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurutnya, anak muda memiliki keunggulan dalam hal kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan membangun jejaring.

Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan baru dalam mengembangkan koperasi yang lebih modern dan relevan.

“Yang kita dorong adalah bagaimana ide itu tidak berhenti sebagai gagasan. Harus ada aksi dan kemudian dibangun melalui kolaborasi. Dengan cara itu, koperasi bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi anak muda,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPPKUM Kota Magelang Syaifullah, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa Kota Magelang memiliki potensi generasi muda yang dapat menjadi bagian penting dalam penguatan koperasi.

Menurutnya, forum seperti talk show Generasi Muda Berkoperasi menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali koperasi dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter generasi saat ini.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal koperasi secara teori, tetapi juga melihat peluang nyata yang bisa dikembangkan melalui koperasi. Mereka memiliki ide, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat besar,” tutur Syaifullah.

Ia mengatakan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, serta generasi muda menjadi salah satu kunci agar koperasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Koperasi harus mampu menjadi rumah bersama untuk mengembangkan potensi ekonomi. Karena itu, kami mendorong generasi muda untuk berani memulai dari ide sederhana, kemudian diwujudkan menjadi aksi dan diperkuat melalui kolaborasi,” katanya.

Dari sisi pemerintah pusat, Tim Asdep Pemasaran Kementerian Koperasi Republik Indonesia Rizka Maulia Indriani mengajak generasi muda untuk tidak ragu menjadikan koperasi sebagai salah satu pilihan dalam membangun usaha.

Ia menilai, perkembangan teknologi digital memberikan peluang luas bagi koperasi untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk anggotanya kepada masyarakat.

“Anak muda memiliki kemampuan untuk melihat peluang pasar dengan cepat. Karena itu, koperasi juga harus hadir dengan pendekatan yang kreatif, termasuk dalam pemasaran dan pemanfaatan platform digital,” jelas Rizka.

Menurutnya, pemasaran menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan koperasi. Produk yang baik perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen secara lebih luas.

“Kita ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi. Koperasi bisa menjadi wadah untuk menggabungkan potensi, membangun jaringan pasar, dan menciptakan nilai tambah bersama,” tambahnya.

Suasana talk show berlangsung interaktif. Para peserta dari kalangan mahasiswa dan generasi muda mendapat kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berdiskusi mengenai tantangan dan peluang berkoperasi di era digital.

Tema “Dari Ide, Aksi, dan Kolaborasi” pun menjadi benang merah dalam diskusi. Generasi muda didorong untuk tidak berhenti pada munculnya ide, tetapi berani mengimplementasikannya melalui kegiatan nyata dan membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan koperasi dengan wajah yang lebih dekat dengan generasi muda.

Melalui forum seperti ini, koperasi diharapkan tidak hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah perekonomian Indonesia, tetapi juga sebagai salah satu model usaha bersama yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, serta kebutuhan ekonomi generasi masa kini.

Borobudur Indonesia Expo 2026 sendiri menjadi ruang bertemunya berbagai potensi ekonomi, kreativitas, dan kolaborasi.

Kehadiran ratusan anak muda dalam talk show tersebut menunjukkan bahwa isu koperasi masih memiliki ruang untuk diperbincangkan dan dikembangkan di tengah generasi yang tumbuh dalam era digital.***