SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Semangat dan optimisme mengiringi keberangkatan Kontingen Kota Semarang yang akan berlaga pada Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Sebanyak 25 atlet pelajar dilepas Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti di Selasar Kantor Wali Kota Semarang, Rabu (19/8/2026).
Para atlet tersebut akan bertanding pada ajang PEPARPEDA Jawa Tengah yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Paralympic Training Center, Kota Surakarta.
Kontingen Kota Semarang diperkuat 25 atlet yang terdiri atas 15 atlet para atletik, enam atlet para tenis meja, dua atlet para bulutangkis, dan dua atlet para renang.
Selain atlet, rombongan yang berangkat juga mencakup pelatih, pendamping, serta tim pendukung dengan total 61 orang.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina memberikan dukungan kepada seluruh atlet agar tampil percaya diri dan mengerahkan kemampuan terbaik selama pertandingan.
Ia berpesan agar para atlet menjunjung tinggi keberanian, disiplin, sportivitas, serta keyakinan terhadap kemampuan diri.
“Kalian tidak berjuang sendirian. Kalian membawa nama Kota Semarang, sekaligus membawa harapan dari keluarga, pelatih, teman-teman, dan seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.
Ia juga mendorong para atlet menjadikan target juara umum sebagai motivasi untuk tampil maksimal. Menurutnya, prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses latihan yang panjang, keberanian menghadapi tantangan, dan mental pantang menyerah.
“Berjuanglah sampai batas terbaik kalian. Menang lah dengan rendah hati. Jika hasil pertandingan belum sesuai harapan, pulanglah dengan kepala tegak. Keberanian bertanding dan kemauan untuk terus berlatih adalah bagian dari prestasi seorang atlet,” tegasnya.
Bagi Agustina, keikutsertaan atlet pelajar dalam PEPARPEDA bukan hanya tentang mengejar medali. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengukir prestasi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Hal itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam membangun kota yang semakin inklusif. Agustina menegaskan, penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang, kesempatan, fasilitas, dan pendampingan yang memadai untuk tumbuh serta berkarya.
“Ketika kesempatan terbuka, fasilitas tersedia, dan pendampingan diberikan, potensi setiap orang memiliki ruang untuk berkembang. Para atlet hari ini membuktikan bahwa kesempatan dapat membuka jalan menuju prestasi,” katanya.
Di sisi lain, Agustina menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pendamping, dan keluarga yang selama ini konsisten mendampingi para atlet. Dukungan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga semangat latihan sekaligus membangun kepercayaan diri para atlet.
Ia pun berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga nama baik Kota Semarang selama mengikuti pertandingan di Surakarta.
“Berangkatlah dengan membawa Kota Semarang di dada. Berikan yang terbaik. Soal hasil, kita serahkan kepada Tuhan setelah seluruh usaha kita lakukan. Selamat berjuang, para atlet Kota Semarang!” pungkasnya.
PEPARPEDA 2026 pun menjadi momentum bagi Kota Semarang untuk terus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi, sekaligus memperkuat pesan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.***













