Pimpinan Pascasarjana USM Audiensi ke Gubernur Jateng, Jajaki Kerja Sama Riset untuk Solusi Daerah

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Jajaran pimpinan Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di kantor Gubernuran Jl. Pahlawan Semarang pada Kamis, 19 Februari 2026.

Direktur Program Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.HI., M.H mengatakan bahwa, tujuan audiensi membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis di Jawa Tengah melalui riset mahasiswa pascasarjana.

Selain itu, sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi pendidikan dan penelitian jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).

Momentum ini menjadi inisiatif pertama di Jawa Tengah yang mengintegrasikan riset akademik dengan kebutuhan nyata pemerintah daerah.

”Ini adalah momentum pertama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang juga diinisiasi oleh Pascasarjana Universitas Semarang untuk berkolaborasi dalam penguatan pendidikan S2 dan S3,” katanya.

“Kami menawarkan skema daftar inventarisasi masalah di Jawa Tengah dapat diselesaikan oleh mahasiswa melalui penelitian akademik,” imbuhnya.

Selain kolaborasi riset, pihaknya juga menawarkan skema pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kerja sama pendidikan lanjutan dan beasiswa.

Skema tersebut mencakup beasiswa yang telah tersedia di Pemprov Jateng maupun potongan biaya kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari instansi pemerintah daerah, dengan tetap menjaga standar mutu pendidikan.

”Penguatan SDM menjadi kunci. Kami membuka peluang beasiswa maupun potongan biaya pendidikan bagi aparatur pemerintah, namun kualitas akademik tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Dia menambahkan, kerja sama tersebut juga akan memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendukung kebijakan dan pelayanan publik di sektor pariwisata dan pembangunan daerah Jawa Tengah.

Dia berharap, audiensi tersebut menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membangun ekosistem kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah, sehingga kebijakan publik dapat berbasis riset ilmiah dan berdampak langsung bagi masyarakat.***(bgy)