SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Tim softball putri Kota Semarang kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Kali ini, Kota Semarang sukses menundukkan Kabupaten Pekalongan dengan skor telak 10-0 di Lapangan Softball Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Meski meraih kemenangan meyakinkan, tim pelatih belum sepenuhnya puas dengan penampilan para atlet.
Evaluasi terhadap kualitas pukulan atau batting menjadi perhatian utama sebelum menghadapi Surakarta pada pertandingan berikutnya.
Pelatih softball putri Kota Semarang, Monika Laras, mengatakan anak asuhnya masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter lemparan bola yang diperagakan pemain Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, para pemain Semarang selama ini lebih terbiasa menghadapi lemparan cepat. Sementara itu, Kabupaten Pekalongan justru mengandalkan lemparan bola lambat yang cukup menyulitkan dalam membangun serangan.
“Kalau Pekalongan ini cukup alot. Teman-teman Kota Semarang itu sudah terbiasa sama bola cepat. Kalau bola pelan kayak gini agak susah buat mereka sebenarnya,” kata Monika, Senin (26/10/2026).
Kesulitan tersebut sudah terlihat sejak inning pertama. Kedua tim belum mampu menghasilkan angka sehingga pertandingan berlangsung lebih ketat dari perkiraan.
Monika mengungkapkan, tim sebenarnya berharap dapat menyelesaikan pertandingan lebih cepat melalui penerapan mercy rule pada inning ketiga.
Namun, karena belum mampu memaksimalkan peluang, kemenangan baru dapat dipastikan pada inning keempat.
Meski demikian, hasil akhir 10-0 tetap menjadi tambahan modal positif bagi Kota Semarang untuk melanjutkan persaingan di Porprov Jateng 2026.
Batting Jadi Perhatian Utama
Di balik kemenangan besar tersebut, Monika menyoroti efektivitas pukulan para pemain yang dinilai belum maksimal.
Sejumlah pukulan memang mampu menghasilkan kontribusi angka, tetapi masih banyak peluang yang belum dimanfaatkan dengan baik.
Karena itu, tim pelatih akan melakukan evaluasi terhadap penampilan para atlet, terutama dalam meningkatkan ketepatan dan efektivitas pukulan.
“Hari ini kita mau evaluasi dulu kekurangan kita hari ini, utamanya di batting. Batting-nya memang, oke lah beberapa sudah keluar, tapi banyak buruknya. Nanti kita akan evaluasi dulu,” ujarnya.
Monika menjelaskan, keterbatasan waktu persiapan membuat tim tidak memungkinkan melakukan perubahan teknik secara menyeluruh.
Pembenahan lebih diarahkan pada upaya memaksimalkan kemampuan yang sudah dimiliki setiap pemain.
“Kalau merubah teknik atau menambah teknik itu pasti enggak bisa. Tapi hanya memaksimalkan yang mereka punya,” jelasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas serangan, sehingga setiap peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi angka saat menghadapi lawan berikutnya.
Pemulihan Fisik Pemain Turut Diperhatikan
Selain pembenahan teknis, kondisi fisik atlet juga menjadi perhatian tim pelatih. Padatnya agenda pertandingan serta intensitas latihan yang tinggi menuntut pemain tetap menjaga kebugaran.
Monika mengatakan, tim telah menyiapkan fasilitas ice bath atau perendaman air es untuk membantu proses pemulihan otot setelah latihan maupun pertandingan.
“Kami ada ice bath juga, jadi relaksasi. Kemarin setelah banyak sekali latihan, mereka ice bath. Lalu kalau seperti ini, pemanasannya akan lebih banyak, pendinginannya juga banyak,” ungkapnya.
Setelah pertandingan melawan Kabupaten Pekalongan, para pemain terlebih dahulu menjalani pendinginan. Apabila diperlukan, penanganan tambahan seperti pijat atau massage juga diberikan untuk membantu pemulihan kondisi tubuh.
Perhatian terhadap kesehatan atlet juga dilakukan ketika terdapat pemain yang mengeluhkan kondisi fisiknya. Bahkan, tim pelatih telah memanggil dokter untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan.
“Ada yang sakit juga semalam, kami langsung panggilkan dokter untuk booster,” tambah Monika.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pemain tetap berada dalam kondisi prima selama menjalani rangkaian pertandingan Porprov Jateng 2026.
Kemenangan atas Boyolali Jadi Modal Kepercayaan Diri
Kemenangan atas Kabupaten Pekalongan bukan satu-satunya hasil positif yang dicatatkan softball putri Kota Semarang. Sebelumnya, tim juga berhasil mengalahkan Boyolali dengan skor telak 16-0.
Dua kemenangan dengan selisih angka besar tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi Kota Semarang dalam menjaga peluang meraih medali emas.
Meski demikian, Monika tetap mengingatkan bahwa hasil positif tidak boleh membuat pemain terlena. Konsistensi permainan, kemampuan membaca karakter lemparan lawan, serta efektivitas batting harus terus ditingkatkan.
Menghadapi Surakarta, tim pelatih akan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk menjaga kesiapan fisik dan mental pemain. Latihan conditioning juga disiapkan guna mempertahankan kebugaran atlet sebelum kembali bertanding.
Bagi Monika, kemenangan bukan sekadar persoalan skor akhir, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk mengukur kesiapan tim menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Dengan dua kemenangan beruntun, softball putri Kota Semarang kini berupaya menjaga tren positif sekaligus membenahi sejumlah kekurangan demi mewujudkan target medali emas Porprov XVII Jawa Tengah 2026.***













