SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Tampil perdana dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, atlet panjat tebing Kota Semarang, Delvino Januar Sutejda, berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Siswa SMP Kristen YSKI Semarang tersebut sukses meraih medali perunggu pada nomor Speed Asia K putra, Minggu (25/10/2026) sore.
Medali tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Delvino. Pasalnya, Porprov Jateng 2026 merupakan pengalaman pertamanya bertanding dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Meski sebelumnya memasang target meraih medali emas, Delvino tetap bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Ia mengaku senang karena berhasil menembus podium setelah selama ini kerap menghadapi kendala saat bersaing di babak perebutan empat besar.
“Senang, targetnya emas, tetapi tetap senang karena selama ini kalau lomba, kadang masalahnya di perebutan empat besar. Kadang foul, kadang saya kalah. Jadi, dapat perunggu ini sudah senang,” ujar Delvino dengan senyum.
Perjalanan Delvino mengenal olahraga panjat tebing terbilang tidak biasa. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia sempat menolak ajakan temannya untuk mengikuti latihan panjat tebing karena belum mengetahui seperti apa olahraga tersebut.
Namun, ketika mulai masuk SMP, Delvino akhirnya memutuskan mencoba. Dari pengalaman pertama itulah ketertarikannya tumbuh hingga kemudian serius menekuni olahraga yang mengandalkan kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan tersebut.
“Setelah gabung ternyata seru. Awalnya pas SD saya tolak ajakan teman buat latihan panjat tebing karena enggak tahu olahraga panjat tebing seperti apa,” tuturnya.
Sejak saat itu, Delvino terus mengembangkan kemampuannya. Menariknya, dalam kurun waktu sekitar satu tahun menekuni panjat tebing, ia sudah mampu bersaing di level provinsi dan mempersembahkan medali untuk Kota Semarang.
Pelatih Panjat Tebing Kota Semarang, Aris Widyatmoko, mengatakan raihan medali dari nomor Speed Asia K putra sebenarnya sudah masuk dalam perkiraan tim pelatih.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan posisi yang akan ditempati atlet sebelum pertandingan berlangsung.
“Kita sudah prediksi dari awal kemungkinan terbesar tetap podium. Cuma di posisi satu, dua, atau tiga belum tahu. Alhamdulillah, kita di posisi tiga dan tetap kita syukuri. Apa pun hasilnya, itu kembali ke rezeki anak masing-masing,” ungkap Aris.
Menurut Aris, peluang kontingen panjat tebing Kota Semarang untuk menambah koleksi medali masih terbuka. Sejumlah atlet berhasil melaju ke babak final pada nomor Boulder Team putra dan Lead Team putri yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10/2026).
Selain itu, atlet putra dan putri Kota Semarang juga masih akan menjalani babak kualifikasi nomor Speed World Record.
Tim pelatih berharap para atlet mampu menjaga konsistensi penampilan dan memaksimalkan setiap kesempatan untuk menambah perolehan medali bagi Kota Semarang.
“Harapannya di nomor-nomor ini kita juga punya peluang besar untuk meraih medali. Semoga besok bisa menambah medali lagi, terutama medali emas untuk Kota Semarang,” pungkas Aris.
Prestasi Delvino menjadi catatan positif bagi pembinaan panjat tebing Kota Semarang. Debut yang langsung berbuah medali perunggu tersebut sekaligus membuka harapan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dan mengukir prestasi lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.***













