SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi kesiapan aparat keamanan dari jajaran Polrestabes Semarang dan Kodim 0733/Baladhika Jaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga kondusivitas Kota Semarang menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apresiasi tersebut disampaikan Agustina usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026” yang digelar di Lapangan Pratisarawirya Polrestabes Semarang, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, kesiapsiagaan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam memastikan situasi Kota Semarang tetap aman dan kondusif, khususnya saat menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode arus mudik Lebaran.
Agustina menilai kinerja kepolisian dan TNI dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan hasil positif, terutama dalam upaya menekan peredaran narkoba dan minuman keras di wilayah Kota Semarang.
“Kami melihat hasil yang luar biasa dari Kapolrestabes dan jajaran yang berhasil mengungkap transaksi narkoba, serta operasi penertiban miras bersama Kodim 0733. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mensterilkan kota sebelum menyambut arus mudik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan saat berbagai dinamika sosial terjadi di Kota Semarang beberapa waktu lalu.
“Yang paling heroik adalah ketika aparat mampu menjaga kondusivitas Semarang saat terjadi gelombang demonstrasi tahun lalu. Dengan pengamanan yang solid seperti ini, kami optimistis stabilitas Kota Semarang akan tetap terjaga selama perayaan Lebaran,” tambahnya.
Selain penguatan pengamanan, kesiapan menghadapi Lebaran juga diperkuat melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Kota Semarang bersama sejumlah instansi terkait.
Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga fokus utama, yakni memastikan kenyamanan pemudik pada seluruh fase perjalanan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok untuk menekan inflasi, serta membentuk posko terpadu guna memperkuat koordinasi di lapangan.
“Kami sepakat membangun posko bersama untuk menyinkronkan tindakan dan informasi di lapangan. Bahkan Kanwil Kementerian Agama Kota Semarang memastikan masjid-masjid di jalur mudik bersih, layak digunakan, dan informasinya terhubung dengan sistem Info Lebaran milik Pemkot,” jelas Agustina.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah integrasi sistem informasi antara platform milik Pemerintah Kota Semarang dengan aplikasi Libas (Polisi Hebat Semarang) yang dikembangkan Polrestabes Semarang.
Melalui integrasi ini, masyarakat dan pemudik dapat mengakses berbagai informasi penting secara real-time.
Mulai dari lokasi masjid terdekat, titik parkir park and ride, hingga pantauan CCTV di sejumlah titik strategis Kota Semarang.
“Kita integrasikan aplikasi Pemkot dengan Libas. Jadi jika ada pemudik yang kehilangan anak di rest area misalnya, mereka bisa langsung mengakses aplikasi tersebut untuk memantau CCTV secara langsung. Informasi park and ride dari Polrestabes juga akan terhubung dalam satu sistem,” terangnya.
Agustina berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas maupun singgah di Kota Semarang.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik dalam menyambut momentum besar Idul Fitri di Kota Semarang. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang datang, tinggal, ataupun melintas dapat merayakan Lebaran dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.***
Sumber : Humas Pemkot Semarang













