SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter di kawasan Curug Lawe, Desa Kalisidi, Kabupaten Semarang.
Peristiwa tersebut terjadi belum lama ini, saat Galih bersama tiga rekannya melakukan herping, yakni kegiatan mencari, mengamati, maupun mendokumentasikan reptil dan amfibi di habitat aslinya.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan dari salah satu rekan korban yang menginformasikan adanya kejadian orang terjatuh ke jurang di kawasan Curug Lawe.
“Jadi kami menerima telepon langsung dari rekan survivor bahwa salah satu dari mereka jatuh ke jurang saat melakukan herping,” ungkap Budiono.
Setelah menerima laporan, Basarnas Kantor SAR Semarang langsung mengerahkan satu tim lengkap dengan peralatan pertolongan di ketinggian untuk melakukan proses evakuasi.
“Kami kirimkan satu tim lengkap dengan perlengkapan pertolongan di ketinggian untuk melakukan evakuasi,” lanjutnya.
Budiono menjelaskan, kejadian bermula ketika empat orang pecinta reptil dan amfibi tersebut melakukan pengamatan terhadap satwa yang aktif pada malam hari atau dikenal sebagai hewan nokturnal.
Saat menyusuri jalur setapak di kawasan hutan Curug Lawe, Galih berusaha menerangi sekaligus menyapu area di sekitarnya menggunakan senter.
Dalam melakukan pengamatan, ia berjalan dengan posisi tubuh menghadap ke depan dan sesekali ke belakang.
Namun, saat berjalan mundur sambil menghadap ke belakang, Galih tidak menyadari adanya jurang di depannya. Akibatnya, ia terperosok dan jatuh hingga ke dasar jurang.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Tim SAR gabungan harus bekerja dalam kondisi medan yang ekstrem dan penerangan terbatas untuk mencapai lokasi korban yang berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter.
Setelah sekitar 2,5 jam melakukan proses evakuasi, tim akhirnya berhasil mengangkat Galih dari dasar jurang pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Evakuasi dilakukan menggunakan metode High Angle Rescue Technique (HART), yakni teknik pertolongan dan evakuasi untuk medan berketinggian atau lokasi dengan akses yang sulit.
Galih yang merupakan warga Gondokusuman, Yogyakarta, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah cedera.
“Pemeriksaan awal survivor mengalami cedera di kepala, lengan kanan dan juga cedera di tungkai kanan. Selanjutnya dibawa ke RSUD Ungaran,” kata Budiono.
Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi sehingga korban dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tim SAR gabungan atas kerja samanya sehingga survivor lekas terevakuasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan dengan medan ekstrem agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kami juga mengimbau untuk masyarakat dapat lebih berhati-hati lagi beraktivitas di medan ekstrem, jangan lengah, selalu waspada. Prioritaskan keselamatan,” pungkas Budiono.***













