MTQ Nasional Digelar di Semarang, PKL Simpang Lima Tetap Bisa Berjualan di Lokasi Alternatif

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Kawasan Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, mulai disterilkan dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional.

Penertiban dilakukan untuk mendukung kelancaran sekaligus menjaga keamanan proses persiapan venue utama pembukaan ajang tersebut.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan sterilisasi di area dalam maupun sekitar Lapangan Simpang Lima.

Langkah tersebut dilakukan seiring mulai dipasangnya berbagai perlengkapan untuk kebutuhan pembukaan MTQ Nasional.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno da Silva, A.P., S.Sos., M.H., mengatakan sterilisasi kawasan diperlukan karena proses persiapan acara melibatkan pekerjaan konstruksi dan instalasi kelistrikan yang berpotensi membahayakan keselamatan PKL maupun pengunjung.

“Sekarang sedang dilakukan pemasangan peralatan atau equipment untuk pembukaan MTQ Nasional. Kalau PKL tetap berjualan di sana kondisinya sangat membahayakan keselamatan, baik PKL maupun pengunjung,” kata Aniceto, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, sejumlah pekerjaan di lokasi memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Salah satunya pemasangan kabel sling dan instalasi listrik yang apabila mengalami gangguan dapat membahayakan orang yang berada di sekitar area pekerjaan.

“Misalkan ada tarikan kabel sling lalu sling putus kena PKL atau pengunjung bagaimana? Atau ada konslet lalu kena strum gimana? Jadi kita sebetulnya malah ingin melindungi semuanya, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Meski aktivitas perdagangan di dalam Lapangan Simpang Lima untuk sementara dihentikan, Pemkot Semarang memastikan keberadaan PKL tetap menjadi perhatian.

Disdag menyiapkan sejumlah lokasi alternatif agar para pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Aniceto menyebut, kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dalam gelaran MTQ Nasional justru menjadi peluang bagi pelaku UMKM dan PKL untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

“Pelaksanaan MTQ Nasional akan mendatangkan banyak orang dari seluruh Indonesia sehingga akan menggerakkan ekonomi Kota Semarang termasuk PKL,” katanya.

Karena itu, PKL yang sebelumnya berjualan di dalam kawasan Lapangan Simpang Lima akan diarahkan ke sejumlah titik di sekitar kawasan tersebut.

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pahlawan, dan area sekitarnya.

“Nantinya PKL bisa tetap berjualan, tidak di dalam lapangan tapi di sekitaran Simpang Lima, misalkan di Jl. Ahmad Dahlan, Jl. Pahlawan, dan sekitarnya,” jelasnya.

Penataan dan pengaturan aktivitas PKL juga akan diterapkan pada venue-venue lain yang digunakan untuk rangkaian MTQ Nasional di Kota Semarang.

Disdag akan berkoordinasi untuk memastikan penempatan UMKM dan PKL tidak mengganggu kegiatan utama sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum keramaian.

“Lebih lanjut nanti akan diatur penempatan UMKM dan PKL di venue-venue MTQ sebanyak 14 lokasi,” tutur Aniceto.

Dengan penataan tersebut, Pemkot Semarang berharap pelaksanaan MTQ Nasional dapat berlangsung aman dan nyaman.

Di sisi lain, keberadaan peserta dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah diharapkan turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM dan PKL.

Lapangan Simpang Lima sendiri dijadwalkan menjadi lokasi utama pembukaan MTQ Nasional yang akan digelar di Kota Semarang dalam waktu dekat.***