SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Menjadi penerima beasiswa bukan sekadar memperoleh dukungan biaya pendidikan. Di balik kesempatan tersebut, terdapat tanggung jawab untuk terus berkembang, menjaga prestasi, sekaligus membangun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.
Semangat itulah yang dibangun Universitas Semarang (USM) melalui kegiatan Character Building 2026. Sebanyak 68 mahasiswa penerima beasiswa mengikuti kegiatan yang digelar pada 24–26 September 2026 di Bina Dharma Training Center, Salatiga.
Para peserta merupakan penerima empat skema beasiswa USM, yakni KIP-K, Bina Lingkungan, Prestasi Akademik, dan Tahfidz Quran.
Selama tiga hari, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai prestasi akademik, tetapi juga diajak mengembangkan kemampuan organisasi, kewirausahaan, karakter, hingga kesiapan menghadapi dunia kerja.
Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., saat membuka kegiatan mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan memperoleh beasiswa dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, beasiswa merupakan sebuah amanah yang perlu dijaga melalui pencapaian prestasi sekaligus sikap dan perilaku yang baik.
“Kami berharap para penerima beasiswa tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa yang ada di USM,” kata Prof. Haslina.
Pesan serupa disampaikan Wakil Rektor II USM, Dr. Abdul Karim, S.E., M.Si., Ak., CA. Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak beasiswa berprestasi, baik di perlombaan tingkat regional maupun nasional. Selain itu, jaga prestasi akademiknya dengan IPK di atas 3. Beasiswa ini adalah kepercayaan, dan cara terbaik membalasnya adalah dengan prestasi,” ujarnya.
Bekal di Luar Ruang Kuliah
Character Building 2026 menghadirkan tujuh sesi materi dengan pemateri dari berbagai latar belakang.
Materi pertama mengenai beasiswa USM disampaikan Fahrudin Ahmad, S.Si., M.Si. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai skema beasiswa, termasuk hak dan kewajiban yang harus dipenuhi sebagai penerima bantuan pendidikan.
Mahasiswa kemudian mendapatkan pembekalan mengenai organisasi mahasiswa yang disampaikan Dr. Soiful Hadi, S.T., M.Kom.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Keterlibatan itu dinilai dapat menjadi ruang untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas jejaring.
Perwakilan Formakip juga memperkenalkan forum tersebut kepada peserta, mulai dari peran, kegiatan, hingga manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui keterlibatan dalam organisasi.
Tidak berhenti di sana, mahasiswa juga diajak mengenal dunia kewirausahaan. Dr. Ir. H. Damar Sasongko, M.MT., mendorong peserta untuk berani melihat peluang dan mengembangkan pola pikir kreatif.
Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga diharapkan memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, materi tentang karakter disampaikan Andi Jatmiko. Ia menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bagian dari proses pembentukan kepribadian mahasiswa.
Suasana pembekalan juga diwarnai sesi motivasi yang disampaikan Berlian Reza, S.T. Ia berbagi pengalaman hidup serta berbagai tantangan yang pernah dihadapi.
Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi bagi peserta agar memiliki ketangguhan dalam menghadapi persoalan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Rangkaian materi kemudian ditutup Anas Maghfuri, S.T., M.T., yang mengajak mahasiswa mulai merancang masa depan sejak dini.
Peserta didorong untuk memiliki tujuan yang jelas sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.
Melalui Character Building 2026, USM ingin memastikan bahwa kesempatan memperoleh beasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik semata.
Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, aktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi almamater maupun masyarakat.
Kesempatan memperoleh beasiswa pun diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui prestasi serta perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.***(bgy)













