SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Reviewer Hackathon USM Smart City Deeptech 2026 di Gedung Menara Prof. Dr. H. Muladi, S.H., lantai 8, ruang teleconference USM, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Hackathon USM Smart City Deeptech 2026, sekaligus memperkuat proses pengembangan inovasi berbasis teknologi agar dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
FGD dipimpin Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T., dengan moderator Dr. Tatas Transinata, S.Pd., M.Pd.
Sejumlah reviewer dan anggota pakar turut mengikuti kegiatan tersebut. Di antaranya Prof. Dr. Hardani Widjiastuti, M.M., Psikolog, Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P., Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom., serta anggota pakar Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., bersama para kepala bidang di lingkungan LPPM USM.
Dalam arahannya, Prof. Mudjiastuti Handajani menekankan pentingnya persiapan yang matang dalam pelaksanaan Hackathon Deep Tech.
Menurutnya, program tersebut harus diarahkan tidak sekadar menghasilkan ide maupun teknologi, tetapi mampu berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat dan dampak nyata.
“Program ini diharapkan tidak berhenti pada tahap menghasilkan ide atau teknologi, tetapi dapat diarahkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat dan dampak nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III USM, Dr. April Firman Daru, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya membangun konektivitas antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.
Menurutnya, konektivitas tersebut diperlukan agar inovasi yang dihasilkan melalui program hackathon memiliki jalur implementasi yang jelas dan berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.
Perhatian terhadap aspek keberlanjutan juga disampaikan Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M.
Ia menekankan pentingnya pengembangan inovasi yang tidak hanya memiliki manfaat, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi serta peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam FGD tersebut, Dr. Rohmini Indah Lestari, S.T., M.M., menyampaikan materi mengenai tema dan problem statement Hackathon Deep Tech 2026 Smart City.
Materi tersebut menjadi salah satu dasar bagi peserta dan reviewer untuk memahami berbagai persoalan yang akan menjadi fokus pengembangan inovasi dalam program tersebut.
Selanjutnya, Dr. Tatas Transinata, S.Pd., M.Pd., memaparkan mekanisme program dan tujuan pelaksanaan hackathon, mulai dari proses seleksi hingga demo day.
Setiap tahapan dirancang secara berjenjang agar inovasi yang dikembangkan dapat melalui proses pengembangan sekaligus evaluasi secara terukur.
Konsep utama yang dikembangkan dalam program tersebut meliputi problem – research – deeptech solution – prototype – user validation – demo – industry matching – hilirisasi – impact.
Rangkaian tersebut menggambarkan proses pengembangan inovasi yang dimulai dari identifikasi persoalan, riset dan pengembangan solusi berbasis teknologi, pembuatan prototipe, validasi pengguna, hingga pencocokan dengan industri dan proses hilirisasi untuk menghasilkan dampak.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa USM menjadi salah satu dari 17 perguruan tinggi penerima hibah pendanaan dari perguruan tinggi se-Indonesia.
Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan inovasi dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk melalui program Hackathon USM Smart City Deeptech 2026.
Melalui program tersebut, LPPM USM mendorong agar ide dan teknologi yang dikembangkan tidak berhenti sebagai gagasan. Inovasi diharapkan memiliki nilai guna, nilai ekonomi, peluang implementasi, serta dapat dilanjutkan menuju proses hilirisasi.
Semangat tersebut dirangkum LPPM USM melalui pesan, “LPPM berinovasi dan berdampak: Ide – Technology – Innovation – Hilirisasi – Impact.”***(bgy)













