SEMARANG (Gemparjateng.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar Press Conference Satu Tahun Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang di Balai Kelurahan Rejosari, Sabtu sore pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD, camat, lurah, serta puluhan wartawan dari berbagai media, Jum’at, 20 Februari 2026.
Momentum ini menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin dalam meletakkan fondasi percepatan pembangunan kota.
Dalam paparannya, Wali Kota yang akrab disapa Agustina itu menegaskan bahwa tahun pertama pemerintahan difokuskan pada program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, hingga penggerakan ekonomi daerah dan inovasi kebijakan.
“Satu tahun ini adalah fase membangun fondasi. Kami memastikan setiap program tidak hanya berjalan, tetapi memberi dampak nyata bagi warga,” ujar Agustina.
“Hasilnya terlihat dari meningkatnya kualitas layanan, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, serta kepercayaan publik yang semakin kuat,” imbuhnya.
Capaian Makro dan Kinerja Fiskal
Di tengah keterbatasan anggaran dan dinamika ekonomi, Kota Semarang mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 85,80 pada 2025, masuk kategori sangat tinggi dan tertinggi di Jawa Tengah.
Kepuasan masyarakat juga meningkat menjadi 83,6 persen berdasarkan survei Litbang Kompas.
Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah 2025 mencapai 92,31 persen. Pajak hiburan tercatat 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen, sementara pajak hotel berada di angka 79,10 persen. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp186,9 miliar.
Menurut Agustina, capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi masyarakat.
“Ketangguhan fiskal ini menunjukkan ekonomi kota tetap bergerak. Sektor hiburan dan kuliner menjadi penopang penting, sekaligus indikator pulihnya aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Lima Pilar Pembangunan Kota
Kinerja pemerintahan Agustina – Iswar berlandaskan lima pilar pembangunan :
1. Semarang Bersih
Penguatan budaya “Semarang Wegah Nyampah” melalui penambahan 454 kontainer, 237 TPS, serta pembentukan 1.074 bank sampah yang melibatkan lebih dari 35 ribu warga. Pengelolaan 221 ribu ton sampah menghasilkan dampak ekonomi sirkular lebih dari Rp570 juta.
2. Semarang Sehat
Pendekatan kesehatan berbasis ekosistem membawa Semarang menjadi kota paling berkelanjutan ketiga di Indonesia versi UI GreenMetric 2025. Peserta Universal Health Coverage meningkat signifikan dan angka stunting turun menjadi 3.560 kasus.
3. Semarang Cerdas
Digitalisasi layanan publik dan peningkatan akses pendidikan mendorong rata-rata lama sekolah menjadi 11,11 tahun. Program sekolah swasta gratis menjangkau 129 sekolah pada 2025 dan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026.
4. Semarang Makmur
Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui berbagai event, pendaftaran 7.217 pekerja rentan ke BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberian insentif sosial dan pajak.
5. Semarang Tangguh
Penanganan banjir rob seluas 230,98 hektare menurunkan wilayah genangan menjadi 2,71 persen. Pemeliharaan jalan sepanjang 25,8 kilometer serta perbaikan drainase dan jembatan memperkuat infrastruktur kota.
Fondasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menambahkan bahwa integrasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan tahun pertama.
“Kami membangun sistem yang saling terhubung, sehingga setiap kebijakan memperkuat sektor lain. Inilah yang membuat hasil pembangunan lebih terasa dan berkelanjutan,” kata Iswar.
Pemkot Semarang optimistis capaian tahun pertama ini menjadi pijakan kuat untuk mempercepat pembangunan di tahun-tahun berikutnya, dengan target menjadikan Semarang sebagai kota yang semakin kompetitif, tangguh, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.***













