Lampaui Target PMB 2026, Pascasarjana USM Perkuat Kualitas Riset

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) berkomitmen meningkatkan kualitas riset, lulusan, dan tata kelola akademik setelah berhasil melampaui target Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026.

Capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Pascasarjana USM.

Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H., menyampaikan hal tersebut dalam program USM Update yang disiarkan Radio USM Jaya Semarang, Rabu (7/10/2026).

Junaidi mengatakan, salah satu capaian penting Pascasarjana USM adalah keberhasilan Program Studi Magister Manajemen meraih akreditasi unggul, yakni peringkat akreditasi tertinggi.

“Magister Manajemen, salah satu program studi di Pascasarjana USM, telah mendapatkan akreditasi unggul. Ini perolehan tertinggi,” katanya.

Menurut Junaidi, capaian tersebut merupakan hasil penguatan tata kelola program studi serta dukungan berbagai pihak di lingkungan USM.

Meski demikian, predikat unggul tidak membuat pihaknya berhenti melakukan evaluasi dan pembenahan.

Pascasarjana USM kini menyiapkan sejumlah program studi lain untuk meningkatkan capaian akreditasi. Program tersebut meliputi Magister Hukum, Magister Teknik Sipil, dan Program Doktor Ilmu Manajemen.

“Unggul bukan berarti berhenti, tetapi harus terus diperbaiki. Ketika ada asesmen, tentu ada masukan dari asesor yang terus kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas tata kelola, Pascasarjana USM juga berupaya mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui penguatan pendidikan berbasis riset.

Junaidi menegaskan, penelitian yang dilakukan sivitas akademika diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah.

“Pascasarjana ke depannya akan berbasis riset. Hasil riset harus memiliki luaran yang bisa digunakan oleh masyarakat, pemerintah, pembuat kebijakan, dan siapa pun yang membutuhkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan pendidikan juga perlu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan akademik.

Menurutnya, penggunaan AI dalam penulisan tugas akhir, tesis, disertasi, dan jurnal ilmiah menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari.

Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan arahan agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat dan bertanggung jawab.

Saat ini, Pascasarjana USM memiliki lima program studi, yakni Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Psikologi, Magister Teknik Sipil, dan Program Doktor Ilmu Manajemen.

Setiap program studi memiliki fokus pengembangan sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Magister Hukum diarahkan pada penguatan penegakan hukum, sedangkan Program Doktor Ilmu Manajemen berfokus pada kewirausahaan.

Magister Teknik Sipil mengembangkan bidang pembangunan dengan memperhatikan mitigasi bencana, sementara Magister Psikologi menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia. Adapun Magister Manajemen berfokus pada tata kelola perusahaan dan dunia usaha.

Untuk mendukung pengembangan akademik, Pascasarjana USM juga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra, mulai dari instansi pemerintah, kepolisian, pemerintah daerah, asosiasi dosen, asosiasi profesi, hingga perguruan tinggi di Malaysia.

“Kami tidak bisa berdiri sendiri. Kerja sama yang kami lakukan sudah cukup banyak, antara lain dengan Indosat, Kepolisian Daerah Jawa Tengah, pemerintah daerah di Jawa Tengah, asosiasi dosen dan asosiasi profesi, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia,” jelasnya.

Di sisi lain, Pascasarjana USM berupaya menjaga akses pendidikan agar tetap terjangkau oleh berbagai kalangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan potongan biaya kuliah bagi kelompok atau instansi tertentu.

Melalui penguatan riset, peningkatan akreditasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kemitraan, Pascasarjana USM menargetkan peningkatan kualitas pendidikan dan lulusan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.***(bgy)