SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM), Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP., M.Sc., berkontribusi dalam penguatan kualitas riset dan publikasi ilmiah melalui keterlibatannya sebagai narasumber dalam Klinik Manuskrip Program World Class University (WCU) Postdoctoral Nasional Universitas Diponegoro (UNDIP).
Kegiatan yang diselenggarakan di Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Mita memaparkan materi bertajuk “Beyond the Thesis: Strategi Mengubah Riset Mahasiswa Menjadi Artikel Bereputasi”.
Klinik Manuskrip tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi melalui kolaborasi akademik.
Dalam pemaparannya, Mita menekankan bahwa hasil penelitian mahasiswa memiliki potensi untuk memberikan kontribusi ilmiah yang lebih luas apabila dikembangkan dan disusun sesuai dengan standar publikasi akademik.
“Artikel ilmiah bukan sekadar versi singkat dari skripsi atau tesis. Penulis perlu mampu menemukan pesan utama penelitian, membangun argumentasi ilmiah yang kuat, serta menunjukkan kontribusi temuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses mengubah tugas akhir menjadi artikel jurnal membutuhkan strategi yang tepat.
Tahapan tersebut meliputi penentuan fokus penelitian, identifikasi kebaruan atau novelty, penyusunan argumentasi ilmiah, hingga pemilihan jurnal yang sesuai dengan topik dan kualitas penelitian.
Menurut Mita, kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian melalui artikel ilmiah merupakan aspek penting dalam mendukung peningkatan kualitas publikasi dan reputasi akademik perguruan tinggi.
Keterlibatan dosen FTP USM dalam program WCU Postdoctoral Undip juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas penelitian, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta mengembangkan budaya akademik yang berorientasi pada standar internasional.
Program WCU sendiri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi melalui penguatan kapasitas akademik, riset, serta perluasan jejaring keilmuan.
Mita menyampaikan, Klinik Manuskrip menjadi sarana berbagi pengetahuan dan strategi penulisan ilmiah agar hasil penelitian mahasiswa dapat dikembangkan menjadi artikel yang berpeluang dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Bagi FTP USM dan FPP Undip, keterlibatan akademisi dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan, khususnya dalam bidang strategi publikasi ilmiah dan peningkatan kualitas penelitian.
Ia berharap, kolaborasi akademik semacam ini dapat terus berlanjut untuk membangun budaya riset yang kuat, meningkatkan mutu publikasi ilmiah, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
“Melalui kontribusi dosen FTP USM dan pelaksanaan Program WCU Postdoctoral Undip, saya berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya riset yang kuat, meningkatkan kualitas publikasi, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” tandasnya.***(bgy)













