SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Cabang olahraga (cabor) petanque Kota Semarang membidik minimal satu medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Meski tampil sebagai tuan rumah, kontingen Kota Semarang memilih memasang target realistis di tengah persaingan antardaerah yang semakin kompetitif.
Pelatih petanque Kota Semarang, Buyung Kusumawardana, mengatakan target tersebut didasarkan pada kekuatan atlet yang dimiliki serta hasil yang diraih pada Porprov sebelumnya di kawasan Pati Raya.
Saat itu, petanque Kota Semarang berhasil menyumbangkan satu medali emas.
Menurut Buyung, capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk mempertahankan prestasi sekaligus berupaya meraih hasil lebih baik pada penyelenggaraan tahun ini.
“Untuk target, kami tidak muluk-muluk. Kami realistis minimal sama seperti Porprov di Pati Raya, ketika kami mendapatkan satu emas. Minimal bisa mempertahankan, syukur-syukur karena menjadi tuan rumah bisa lebih,” kata Buyung saat ditemui di Graha Wiyata Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, petanque Kota Semarang akan mengikuti 13 nomor pertandingan yang mencakup kategori putra, putri, dan campuran. Seluruh nomor tersebut menjadi peluang bagi tim untuk menambah perolehan medali.
Buyung menilai persaingan petanque pada Porprov kali ini semakin merata. Jika sebelumnya terdapat beberapa daerah yang cukup dominan, kini kekuatan atlet antarkabupaten dan kota dinilai semakin berimbang.
“Sekarang potensi atlet merata semuanya dan saling berkompetisi. Kalau dulu masih ada yang dominan, sekarang sudah mulai rata. Karena itu, target kami tetap realistis, tetapi kami berharap hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.
Double Mix Jadi Tumpuan Emas
Dari 13 nomor yang diikuti, kategori double mix menjadi salah satu tumpuan utama petanque Kota Semarang untuk meraih medali emas.
Pasangan Fadzil dan Dina dipersiapkan untuk menjadi andalan dalam nomor tersebut. Keduanya diharapkan mampu menunjukkan penampilan maksimal dan memanfaatkan peluang untuk mengamankan podium tertinggi.
Selain double mix, tim pelatih juga membidik medali dari sejumlah nomor lainnya.
Terlebih, regulasi pertandingan memungkinkan seorang atlet tampil maksimal dalam tiga nomor sehingga strategi penempatan pemain menjadi faktor penting.
Salah satu atlet yang diproyeksikan memperkuat beberapa nomor adalah Fazri. Ia disiapkan untuk turun pada nomor single putra, double mix, dan bergu putra.
“Yang kami gadang-gadang memang ada di nomor double mix, dengan atlet kami Fadzil dan Dina. Di nomor lain kami juga berharap bisa mendapatkan medali karena satu atlet bisa bermain di tiga nomor,” jelasnya.
Waspadai Jepara, Purbalingga, dan Kebumen
Dalam persaingan memperebutkan medali, tim petanque Kota Semarang turut mewaspadai sejumlah daerah yang dinilai memiliki kekuatan cukup kompetitif.
Jepara menjadi salah satu pesaing yang diperhitungkan karena memiliki pengalaman sebagai tuan rumah Porprov 2023. Selain itu, Purbalingga juga dinilai berpotensi memberikan perlawanan setelah berhasil meloloskan atlet pada 10 nomor dalam babak kualifikasi.
Kebumen juga masuk dalam daftar daerah yang harus diwaspadai. Konsistensi daerah tersebut dalam meraih medali pada sejumlah penyelenggaraan sebelumnya menjadi perhatian tim pelatih.
“Daerah yang kami waspadai ada Jepara, kemudian Purbalingga yang lolos terbanyak di babak kualifikasi, yakni 10 nomor. Kebumen juga harus diwaspadai karena trennya selalu mendapatkan medali,” ungkap Buyung.
Persiapan Terganggu Kehilangan Atlet Andalan
Dari sisi persiapan, petanque Kota Semarang telah menjalankan program pembinaan sejak tahun sebelumnya. Latihan kemudian dilanjutkan secara bertahap mulai Januari hingga Agustus 2026 guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan atlet menghadapi Porprov.
Namun, tim pelatih harus melakukan penyesuaian komposisi pemain setelah salah satu atlet andalan, Budi, diterima menjadi anggota TNI dan harus menjalani pendidikan.
Padahal, Budi sebelumnya diproyeksikan memperkuat sejumlah nomor, termasuk shooting dan double. Pengalamannya sebagai atlet pelana junior serta keterlibatannya dalam tim Jawa Tengah pada ajang PON menjadi modal penting bagi tim.
Meski kehilangan salah satu pemain potensial, Buyung menegaskan pihaknya tetap berupaya memaksimalkan kekuatan atlet yang tersedia.
“Awalnya dia menjadi salah satu andalan kami. Namun, karena sekarang diterima menjadi anggota tentara dan sedang pendidikan, dia tidak bisa turun. Kami tidak bisa memaksakan, sehingga harus memaksimalkan atlet yang ada,” tuturnya.
Bidik Atlet Potensial Menuju PON
Tidak hanya berorientasi pada perolehan medali Porprov, pembinaan petanque Kota Semarang juga diarahkan untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing di level nasional.
Dua atlet Kota Semarang sebelumnya telah mendapat panggilan untuk bergabung dengan tim Jawa Tengah dalam kejuaraan nasional. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus membuka peluang bagi keduanya masuk dalam pemetaan atlet potensial menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan.
Buyung berharap keikutsertaan dalam Porprov dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas atlet, baik dari segi teknik, mental bertanding, maupun pengalaman menghadapi lawan-lawan tangguh.
Dengan persiapan yang telah dijalankan dan dukungan sebagai tuan rumah, petanque Kota Semarang optimistis mampu memberikan hasil terbaik.
Target satu medali emas menjadi sasaran awal, sekaligus membuka peluang untuk mencetak prestasi lebih tinggi dan melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Harapannya, atlet-atlet ini bisa menjadi atlet potensial untuk menuju BK PON tahun depan. Kami berharap kerja keras selama latihan bisa memberikan hasil yang baik, apalagi sekarang Kota Semarang menjadi tuan rumah,” pungkasnya.***













