Agustina Wilujeng Dampingi Warga Terdampak Kebakaran Aspol Semarang, Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Musibah kebakaran yang melanda Asrama Polisi (Aspol) Semarang Utara pada Sabtu (5/9) tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga membuat sejumlah keluarga harus menghadapi hari-hari sulit setelah kehilangan tempat tinggal.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi.

Perhatian terutama diberikan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di kawasan Jalan Letjen Suprapto tersebut.

Kebakaran menghanguskan belasan rumah dinas yang dihuni 12 kepala keluarga (KK).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materiil dan menyisakan duka bagi para penghuni.

Dalam penanganan pascakebakaran, Agustina menekankan bahwa kebutuhan dasar warga menjadi prioritas.

Makanan, pakaian, perlengkapan sehari-hari hingga kebutuhan khusus bagi anak-anak disiapkan agar keluarga terdampak dapat melewati masa awal setelah musibah dengan lebih baik.

“Musibah ini tentu membawa keprihatinan bagi kita semua. Yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak, terutama anak-anak, terpenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Agustina.

Untuk memastikan bantuan tersalurkan secara terpadu, Agustina meminta Dinas Sosial bersama Dinas Ketahanan Pangan serta jajaran Kecamatan Semarang Utara dan Semarang Tengah bergerak bersama menangani kebutuhan warga.

Sejumlah bantuan disiapkan, mulai dari konsumsi harian, beras, telur, sayur-mayur, paket sandang hingga perlengkapan mandi.

Sementara bagi anak-anak, disediakan tambahan asupan gizi berupa susu, cokelat dan roti kering.

Penanganan warga terdampak juga mendapat dukungan dari berbagai unsur.

Polrestabes Semarang turut membantu melalui penyediaan peralatan dapur, sementara LPMK setempat ikut memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan para keluarga yang terdampak.

Bagi Agustina, dukungan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan warga.

Setelah kehilangan tempat tinggal, keluarga terdampak tidak hanya membutuhkan bantuan berupa barang, tetapi juga pendampingan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.

“Kami hadir mendampingi warga sampai kondisi mereka kembali stabil. Bantuan dari berbagai pihak ini merupakan wujud gotong royong agar saudara-saudara kita di sini merasa tidak sendiri,” pungkasnya.

Semangat gotong royong pun menjadi kekuatan tersendiri bagi para keluarga terdampak.

Di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan, kehadiran pemerintah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu mereka bangkit dan melewati masa pemulihan pascakebakaran.***