SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Pesan sederhana namun penuh makna disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti kepada 108 peserta Program Perjalanan Keagamaan Tahap 1 Tahun Anggaran 2026.
Saat melepas keberangkatan peserta dari Balai Kota Semarang, belum lama ini, Agustina tidak hanya berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan selama perjalanan.
Ia juga menitipkan nama baik Kota Semarang serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Nomor satu tetap jaga kesehatan dan fisik karena kalau sakit itu perjalanan tidak bisa dinikmati. Pesan yang kedua adalah saya ingin Bapak Ibu menjaga nama baik Kota Semarang. Tunjukkan keramahan dan keindahan akhlak warga Semarang di mana pun Bapak Ibu berada,” ujar Agustina.
Program Perjalanan Keagamaan tersebut diikuti warga dari berbagai latar belakang agama. Pada tahap pertama, sebanyak 78 peserta beragama Islam diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah.
Sementara itu, 15 peserta Katolik dan 10 peserta Kristen dijadwalkan mengikuti perjalanan religi ke sejumlah gereja di Turki. Adapun tiga peserta Hindu dan dua peserta Buddha akan melakukan perjalanan ke India.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi tokoh agama. Pesertanya juga berasal dari kalangan pendidik keagamaan, pengurus rumah ibadah, hingga generasi muda berprestasi, termasuk para pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.
Fasilitasi tersebut memiliki landasan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Bantuan Biaya Perjalanan Keagamaan.
Pada 2026, Pemerintah Kota Semarang menyediakan 215 paket perjalanan keagamaan dengan total anggaran mencapai Rp7,74 miliar.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang menyediakan 151 paket dengan anggaran Rp3,54 miliar.
Dari total kuota tahun ini, sebanyak 107 peserta lainnya akan diberangkatkan dalam perjalanan keagamaan tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
Bagi peserta, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan perjalanan spiritual, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kehidupan beragama di Kota Semarang.
Salah satunya disampaikan Made Yeni, warga Kota Semarang yang beragama Hindu. Ia menyambut baik kesempatan yang diberikan kepada umat dari berbagai agama untuk menjalankan perjalanan keagamaan.
“Sangat menyenangkan ya, kita di sini umat Hindu dan umat lainnya diberi kesempatan yang sama untuk melakukan perjalanan ibadah. Ini menunjukkan betapa pemerintah daerah sangat memperhatikan seluruh umat beragama,” ungkapnya.
Made Yeni berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjalankan perjalanan keagamaan sesuai keyakinannya.
“Semoga ke depannya semakin banyak kesempatan menjalankan ibadah keagamaan yang difasilitasi,” tambahnya.
Di tengah suasana keberangkatan, Agustina juga menyampaikan satu pesan khusus kepada seluruh peserta.
Ia meminta mereka menyempatkan diri mendoakan Kota Semarang ketika berada di tempat-tempat yang dianggap suci, mulia, dan penuh rahmat.
“Dan yang terakhir saya mohon titip doa untuk Kota Semarang di tempat-tempat yang mulia, di tempat-tempat yang penuh dengan rahmat. Selipkan doa agar Kota Semarang senantiasa aman, dilindungi dari musibah, dan seluruh warganya semakin sejahtera dan bahagia,” tandas Agustina.
Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar perjalanan keagamaan yang dijalani para peserta membawa manfaat bukan hanya bagi diri dan keluarga, tetapi juga menjadi doa bersama untuk Kota Semarang.***













