USM Siapkan Transformasi Pembelajaran Digital, 50 Dosen Ikuti Pelatihan LMS

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Transformasi pembelajaran berbasis digital terus dikembangkan Universitas Semarang (USM). Sebanyak 50 dosen mengikuti Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 8 Gedung Menara Prof. Muladi, S.H., USM, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Kota Semarang, pada Jumat (28/8/2026).

Pelatihan tidak hanya menjadi ruang bagi para dosen untuk mengenal sistem pembelajaran digital, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan USM dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh secara lebih terstruktur.

Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., mengatakan penerapan LMS diharapkan dapat mendorong peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat proses transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.

“LMS mulai diterapkan nanti pada semester gasal 2026/2027,” katanya.

Menurut Haslina, LMS pada dasarnya dirancang untuk mempermudah interaksi dan kegiatan pembelajaran antara dosen dan mahasiswa. Berbagai kebutuhan pembelajaran dapat dilakukan melalui satu platform digital.

Bagi dosen, misalnya, LMS dapat dimanfaatkan untuk mengunggah materi perkuliahan, membuat kuis maupun soal ujian, hingga menyusun laporan penilaian mahasiswa.

Sementara bagi mahasiswa, keberadaan LMS memberikan kemudahan untuk mengakses materi perkuliahan secara daring tanpa terbatas ruang dan waktu.

“LMS membuat pengajar dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara online secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan fitur yang tersedia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Haslina menjelaskan LMS bukan sekadar tempat menyimpan materi perkuliahan.

Platform tersebut juga dapat membantu pengelolaan proses pembelajaran, mulai dari penyampaian materi, pembuatan laporan, hingga pemantauan perkembangan dan penilaian mahasiswa.

” Dengan kata lain, LMS membuat lingkungan belajar menjadi lebih fleksibel, interaktif, dan efisien,” ungkapnya.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, para dosen diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi dalam proses perkuliahan.

Penerapan LMS pada semester gasal mendatang pun diharapkan dapat menjadi langkah USM dalam menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.***(bgy)