810 Mahasiswa Soegijapranata Dampingi 104 UMKM, Wakil Wali Kota Beri Apresiasi

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi program pendampingan yang dilakukan mahasiswa Soegijapranata Catholic University Semarang kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, pendampingan tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas usaha hingga mendorong pelaku UMKM mengalami lonjakan permintaan pasar.

Apresiasi tersebut disampaikan Iswar saat membuka kegiatan Expo, Talkshow, dan Workshop Kuliah Kerja Usaha (KKU), Kuliah Kerja Sinergis (KKS), dan KKN Tematik Soegijapranata Catholic University di Kampus 1 universitas tersebut, Selasa (30/6).

Kegiatan itu menjadi ajang pemaparan hasil pendampingan terhadap 104 UMKM, 27 kelompok PKK tingkat RT di Kota Semarang, serta empat SMA.

Pendampingan dilakukan oleh 810 mahasiswa selama dua bulan dalam pelaksanaan KKU, KKS, dan KKN Tematik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Dalam sambutannya, Iswar mengatakan dampak pendampingan mahasiswa telah dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Bahkan, sejumlah UMKM mengalami peningkatan permintaan hingga kewalahan memenuhi pesanan dari konsumen.

“Ini adalah sebuah peluang yang sangat besar bahwa ternyata permintaan masyarakat dari hasil karya nyata anak-anak mahasiswa membuat mereka kewalahan menerima order dari konsumen,” ujar Iswar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendampingan mahasiswa telah berhasil meningkatkan daya saing UMKM.

Karena itu, ia berharap program serupa ke depan tidak hanya berfokus pada strategi pemasaran, tetapi juga membantu peningkatan kapasitas produksi agar pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Selain mendorong penguatan UMKM, Iswar juga mengaitkan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dengan strategi pembangunan kawasan aglomerasi Kota Semarang.

Ia mengajak Soegijapranata Catholic University memperluas jangkauan program KKN hingga ke desa-desa di sekitar Kota Semarang sebagai upaya memperkuat perekonomian wilayah penyangga.

Menurutnya, pemberdayaan desa menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya urban sprawl atau pertumbuhan kawasan perkotaan yang tidak terencana di wilayah pinggiran.

“Kami mengkhawatirkan terjadinya urban sprawl, pertumbuhan yang tiba-tiba dan tidak terencana di kawasan pinggiran. Untuk itu desa-desa sekitar Kota Semarang juga perlu diberdayakan agar ekonominya turut terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi di kawasan penyangga diharapkan dapat mengurangi tekanan urbanisasi menuju pusat Kota Semarang sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di kawasan aglomerasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Soegijapranata Catholic University, Prof. Setiawan Aji Nugroho, serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Trihoni Nalesti Dewi.

Dalam expo tersebut ditampilkan sebanyak 136 stan yang memamerkan hasil pendampingan mahasiswa kepada UMKM, kelompok PKK, dan SMA binaan.

Iswar pun memberikan apresiasi kepada Soegijapranata Catholic University yang dinilai konsisten menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata, sekaligus menjembatani penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.***