SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Semarang Great Event (Semargrev) 2026 resmi dimulai. Mengusung tagline “More Event, More Semarang”, agenda yang berlangsung sepanjang 1–31 Oktober 2026 tersebut menghadirkan rangkaian event, program promosi, diskon merchant, hingga berbagai hadiah bagi masyarakat.
Pembukaan Semarang Great Event 2026 ditandai dengan opening ceremony di 23 Mall Semarang, Minggu (4/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi awal rangkaian program yang mempertemukan pemerintah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pelaku usaha, penyelenggara event, merchant, serta masyarakat dalam satu agenda kolaboratif untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Kota Semarang.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi tamu undangan pada pukul 18.00–19.00 WIB. Suasana kemudian dihangatkan dengan penampilan Kitakustik Band dan dilanjutkan persembahan UNDIP Choir.
Para tamu VIP, Denok dan Kenang, panitia serta peserta juga ikut terlibat dalam sesi flashmob sebelum acara memasuki seremoni utama.
Agenda dilanjutkan dengan laporan Ketua Kadin Kota Semarang sekaligus Ketua Panitia Semarang Great Event 2026, H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E., M.M., bersama Tantie Aqsha.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto, S.E., M.M., kemudian inisiator Semarang Great Event Kukrit Suryo Wicaksono, M.B.A.
Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., juga memberikan sambutan sebelum seremoni pembukaan.
Arnaz Targetkan Transaksi Rp600 Miliar
Ketua Kadin Kota Semarang sekaligus Ketua Panitia Semarang Great Event 2026, H. Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan perubahan konsep dari Semarang Great Sale menjadi Semarang Great Event dilakukan untuk memperluas cakupan kegiatan.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berorientasi pada program belanja dan diskon, tetapi juga memperbanyak kegiatan yang dapat menarik masyarakat datang dan beraktivitas di Kota Semarang.
“Semarang Great Sale tahun ini memasuki tahun ke-15. Kami kemudian mengubah konsepnya menjadi Semarang Great Event. Jadi bukan hanya great sale, tetapi juga memperbanyak event selama satu bulan,” ujar Arnaz.
Ia menyebut sekitar 30 event telah disiapkan selama Oktober 2026. Sejumlah kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan berbagai event organizer, pelaku usaha, maupun Pemerintah Kota Semarang.
Dari sisi partisipasi usaha, lebih dari 300 tenant telah bergabung dalam Semarang Great Event 2026. Jumlah tersebut belum termasuk jaringan toko ritel seperti Alfamart dan Indomaret yang turut masuk dalam ekosistem promosi.
Arnaz mengatakan penyelenggaraan tahun ini diharapkan memberikan dampak ekonomi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Semarang Great Sale 2025, nilai transaksi tercatat sekitar Rp500 miliar. Tahun ini, Kadin Kota Semarang menargetkan perputaran transaksi dapat meningkat menjadi sekitar Rp600 miliar.
“Kami tidak memasang target yang muluk. Kalau dibandingkan tahun lalu sekitar Rp500 miliar, tahun ini kami berharap bisa mencapai Rp600 miliar. Kalau 10 persen saja kemudian memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Semarang, tentu ini menjadi bukti bahwa event promosi, belanja dan diskon mampu menggerakkan perekonomian,” katanya.
Arnaz menambahkan, masyarakat tidak hanya mendapatkan keuntungan berupa hiburan dan promosi belanja. Pengunjung juga berkesempatan memperoleh kupon undian yang akan diundi pada akhir rangkaian Semarang Great Event.
“Selain mendapatkan entertainment, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan kupon undian. Hadiah utamanya sangat menarik, tetapi kami tunggu sampai waktunya,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan Semarang Great Event ke depan dapat dipersiapkan lebih awal sehingga promosi bisa diperluas ke berbagai daerah di luar Semarang.
Dengan demikian, Semarang tidak hanya menjadi tempat berbelanja bagi warga lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan maupun pengunjung dari luar kota.
Wali Kota Semarang: Event Harus Menggerakkan Ekonomi
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kadin Jawa Tengah, Kadin Kota Semarang, pelaku usaha, anggota Kadin, penyelenggara event, serta seluruh pihak yang ikut mendukung Semarang Great Event 2026.
Agustina menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam menjaga Semarang sebagai kota perdagangan, jasa, investasi, sekaligus destinasi wisata.
“Terima kasih kepada teman-teman Kadin Jawa Tengah maupun Kadin Kota Semarang, baik yang masih menjadi pengurus maupun para anggota yang sudah purna. Semuanya terus berupaya menjaga Kota Semarang sebagai kota perdagangan, kota jasa, sekaligus kota yang terbuka terhadap investasi,” kata Agustina.
Menurutnya, Semarang memiliki karakter sebagai kota yang terbuka dan ramah terhadap pendatang. Karakter tersebut terbentuk melalui sejarah panjang kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Ia mencontohkan kawasan Kota Lama, Pecinan, Kauman, Pekojan hingga Kampung Melayu yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan Kota Semarang.
“Semarang sejak dulu terbentuk sebagai kota yang mampu hidup berdampingan. Keberagaman bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi bagian dari kesepakatan dan perjalanan sejarah masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.
Agustina mengatakan suasana kondusif dan toleran tersebut menjadi modal penting bagi pertumbuhan kota. Menurutnya, perkembangan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan sosial dan budaya yang harmonis.
Ia juga menyinggung keberhasilan penyelenggaraan berbagai event besar di Kota Semarang, termasuk Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurut Agustina, keberhasilan penyelenggaraan MTQ menjadi contoh bahwa sebuah event besar dapat menjadi ruang kebersamaan seluruh warga.
“Warga Kota Semarang bukan hanya mereka yang beragama Islam. Semua warga ikut mengambil bagian. Ketika MTQ berlangsung, semua pihak ikut terlibat sehingga pelaksanaannya berjalan dengan baik. Ini menunjukkan bahwa event dapat menjadi ruang kebersamaan,” katanya.
Event Dinilai Efektif Menggerakkan Perputaran Uang
Agustina juga menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan event di Kota Semarang. Ia mencontohkan kegiatan budaya dan wisata yang mampu menciptakan perputaran uang melalui hotel, kuliner, pusat perbelanjaan, oleh-oleh, transportasi hingga berbagai usaha masyarakat.
Menurutnya, keberadaan event tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran pemerintah, tetapi dari kemampuan kegiatan tersebut menciptakan aktivitas ekonomi.
“Menurut saya, inilah gunanya event. Ketika ada kegiatan, uang bergerak di hotel, tempat makan, pusat perbelanjaan, pembelian oleh-oleh dan berbagai kebutuhan lainnya. Dampaknya bisa dirasakan oleh banyak sektor,” ujarnya.
Dalam konteks Semarang Great Event, Agustina menyebut program tersebut menjadi contoh kolaborasi yang tidak semata-mata bergantung pada pembiayaan pemerintah.
Ia bahkan menyebut dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran langsung untuk penyelenggaraan inti event.
“Berapa yang dibelanjakan Pemerintah Kota untuk melaksanakan Semarang Great Event ini? Tidak ada, zero rupiah. Tetapi kami berharap kegiatan ini justru menghasilkan pergerakan belanja yang besar dan dampaknya dapat dihitung pada akhir Oktober,” katanya.
Agustina menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari konsep creative financing, yakni membangun kegiatan melalui kolaborasi sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Pemkot Dorong Event Saling Terkoneksi
Wali Kota juga mendorong agar sekitar 30 event dalam Semarang Great Event dapat dikoneksikan dengan berbagai agenda Pemerintah Kota Semarang.
Sejumlah kegiatan lain yang disebut antara lain Semarang Heritage Run, agenda literasi, kegiatan budaya, Musyawarah Nasional Pustakawan, serta berbagai event lain yang mendatangkan peserta dari luar daerah.
“Semua ini bisa dikoneksikan. Mereka mungkin bukan orang yang datang ke mal untuk berbelanja, tetapi mereka membutuhkan makanan yang enak, oleh-oleh khas Semarang, tempat untuk berfoto, serta pengalaman wisata. Mereka juga merupakan pasar bagi Semarang Great Event,” jelasnya.
Agustina berharap setiap event dapat memperkenalkan sisi lain Kota Semarang, termasuk budaya, kuliner, sejarah dan kreativitas masyarakat di berbagai kampung.
Menurutnya, berbagai tradisi dan aktivitas masyarakat yang selama ini berjalan secara alami dapat dikemas menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.
“Temukan hal-hal kecil, kebiasaan budaya masyarakat dan kreativitas yang atraktif, kemudian kemas menjadi sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pendatang dan pelancong. Dengan begitu, mereka bisa merasakan bagaimana menariknya menjadi bagian dari Kota Semarang,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang juga terus berupaya memperkenalkan potensi kampung dan destinasi lokal kepada wisatawan mancanegara.
Konsep Baru: Celebrate the City, Empower the Economy
Perubahan nama dari Semarang Great Sale menjadi Semarang Great Event juga dinilai menjadi momentum memperluas makna kegiatan.
Agustina menyebut konsep tersebut sejalan dengan semangat “Celebrate the City, Empower the Economy”, yakni merayakan berbagai potensi kota sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat.
“Kalau sale saja sudah memberikan dampak yang besar, maka ketika konsepnya diperluas menjadi event, dampaknya tentu bisa lebih besar. Karena event bukan hanya soal belanja, tetapi juga pengalaman menikmati kota,” tuturnya.
Ia mengajak masyarakat dan wisatawan memanfaatkan momentum Oktober untuk menikmati berbagai kegiatan sekaligus berbelanja di Kota Semarang.
Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, juga telah memberikan stimulus berupa keringanan pajak hingga 20 persen bagi peserta Semarang Great Event sesuai ketentuan yang berlaku.
“Momen ini harus kita manfaatkan. Potensi Kota Semarang dengan adanya event ini sangat besar untuk mendorong perekonomian,” tegas Agustina.
Pembukaan Ditandai Countdown Digital
Setelah seluruh sambutan, pembukaan Semarang Great Event 2026 dilanjutkan dengan seremoni bersama.
Wali Kota Semarang bersama Ketua Kadin Kota Semarang, Ketua Kadin Jawa Tengah, Ketua Panitia Semargrev 2026 dan inisiator Semargrev melakukan pembukaan secara simbolis melalui prosesi countdown.
Prosesi tersebut menggunakan gimmick e-money yang ditempelkan pada totem berbasis NFC sebagai bagian dari konsep visual pembukaan.
Setelah seremoni, para tokoh dan panitia melakukan foto bersama, kemudian dilanjutkan penempelan stiker Semarang Great Event secara simbolis di area outlet Semarang Great Sale.
Semarang Great Event 2026 selanjutnya akan berlangsung hingga 31 Oktober dengan menghadirkan sekitar 30 event, program promosi dan diskon dari ratusan tenant, serta berbagai hadiah bagi masyarakat.
Dengan konsep “More Event, More Semarang”, gelaran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan dan promosi belanja, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat sektor perdagangan, jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang.***













