SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Sebanyak 1.000 paket takjil dibagikan kepada masyarakat Kota Semarang dalam kegiatan lintas kolaborasi yang digelar oleh MCS, SSH, dan H3S pada Jum’at, 6 Maret 2026.
Ribuan takjil tersebut dikumpulkan secara gotong royong oleh puluhan hotel serta berbagai organisasi pariwisata di Kota Semarang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.
Koordinator Pegiat Pariwisata Kota Semarang, Gus Wahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk menunjukkan kekompakan para pelaku pariwisata dalam menyambut Ramadan sekaligus berbagi kepada masyarakat.
“Sebenarnya ini kegiatan rutin setiap Ramadan, namun sempat terhenti tahun lalu. Tahun ini kami coba bangkitkan lagi dan alhamdulillah semua pihak mendukung,” ujar Gus Wahid.
Menariknya, dalam kegiatan bertajuk “1000 Takjil untuk Semarang” tersebut, panitia juga menggandeng Komunitas Denok Kenang untuk ikut membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan.
Menurut Gus Wahid, kehadiran Denok Kenang menjadi simbol keramahtamahan Kota Semarang bagi para tamu maupun wisatawan yang datang berkunjung.
“Mereka adalah representasi keramahtamahan Kota Semarang kepada para tamu atau wisatawan yang sedang berada di Semarang. Kota Semarang ramah dan layak menjadi tujuan wisata pada libur Lebaran 2026,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasi, memberikan apresiasi atas kegiatan sosial tersebut yang dinilai sebagai bentuk kolaborasi positif antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat.
Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
“Di bulan puasa yang penuh berkah ini, mari kita berbagi kepada mereka yang membutuhkan, terutama bagi masyarakat yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” kata Mbak Iin panggilan akrabnya
Mbak Iin berharap kegiatan berbagi takjil ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan lebih banyak pihak.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat kegiatan sosial sekaligus mempromosikan Kota Semarang sebagai destinasi wisata yang ramah.
“Kami berharap ke depan tidak hanya pengusaha hotel, pegiat wisata, dan Denok Kenang saja yang terlibat, tetapi juga pihak-pihak lain. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Kota Semarang sangat toleran, ramah, dan layak menjadi kota tujuan wisata,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Roy Youzaen Pradana, menjelaskan bahwa puluhan hotel, sejumlah pihak swasta, serta komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Setiap peserta menyumbangkan sekitar 30 paket takjil sehingga total yang terkumpul mencapai ribuan paket untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Hanya saja di tahun ini lalu lintas pembagian kami atur agar lebih rapi dan tertata. Pengalaman tahun sebelumnya, ada warga yang mendapat banyak, tetapi ada juga yang tidak kebagian,” jelas Roy.
Ke depan, pihaknya berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan serupa sebagai bentuk kolaborasi untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang merupakan kota tujuan wisata yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.***













