Peringati HUT ke-479 Kota Semarang, Pemkot Fokus Pelayanan Berdampak Bagi Masyarakat

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang (HJKS) melalui kegiatan pembukaan yang digelar di Balai Kota Semarang pada Selasa, 14 April 2026 pagi.

Pembukaan HJKS tahun ini dikemas berbeda dengan pendekatan yang lebih efisien dan terintegrasi.

Sejumlah agenda langsung digelar bersamaan, mulai dari fisheries expo, sarasehan, hingga lomba masak ikan sebagai bagian dari strategi penguatan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sejak hari pertama rangkaian dimulai, masyarakat Kota Semarang langsung dapat menikmati berbagai layanan gratis, mulai dari transportasi, kesehatan, hingga akses pendidikan.

Program ini menjadi langkah konkret Pemkot Semarang agar peringatan hari jadi tidak sekadar seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa konsep peringatan HJKS tahun ini diarahkan pada efisiensi dan kebermanfaatan langsung bagi warga.

“Tahun ini kita memilih pendekatan yang lebih efisien. Perayaan tidak difokuskan pada kegiatan seremonial besar, tetapi diarahkan menjadi gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, HJKS ke-479 diwujudkan sebagai “kado” bagi warga melalui berbagai program lintas sektor.

“Intinya, peringatan hari jadi ini kita wujudkan sebagai gerakan bersama. Peduli lingkungan, peduli pendidikan, dan menghadirkan layanan publik yang lebih terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Layanan Gratis Menyentuh Kebutuhan Warga

Berbagai perangkat daerah turut dilibatkan dalam rangkaian program ini. Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Semarang menghadirkan layanan BRT gratis pada jam tertentu.

Selain itu, penumpang juga akan mendapatkan tambahan susu dan roti pada layanan pagi.

Kepala Dinas Perhubungan, Danang Kurniawan, menyampaikan program tersebut berlaku pada 1 hingga 5 Mei 2026 di sejumlah titik keberangkatan.

“Warga Kota Semarang yang menggunakan BRT pada pagi hari dari halte Simpang Lima, halte Pemuda, maupun Terminal Cangkiran akan mendapatkan susu dan roti gratis,” jelas Danang.

Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang menyediakan layanan pemeriksaan gratis berupa scaling gigi serta skrining kesehatan perempuan.

Program ini berlangsung pada 13–18 April 2026 di puskesmas dan sejumlah rumah sakit dengan kuota ribuan layanan.

Sementara itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian melalui perluasan akses pendidikan gratis untuk 133 sekolah swasta serta program homeschooling bagi anak berkebutuhan khusus yang belum bersekolah.

Dorong Ekonomi Lokal dan UMKM

Momentum HJKS juga dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi lokal. Melalui fisheries expo dan festival kuliner, pelaku UMKM serta sektor perikanan diberikan ruang untuk memamerkan produk unggulan sekaligus memperluas akses pasar.

Dwi, salah satu pelaku UMKM binaan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Kota Semarang, mengatakan produk olahan ikan yang ia kembangkan kini telah dipasarkan di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Semarang.

“Kami merupakan UMKM binaan Dinas Perikanan. Produk kami berbasis olahan ikan dan saat ini sudah dipasarkan di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Semarang,” ujarnya.

Selain itu, lomba masak ikan dan sarasehan yang digelar juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan konsumsi ikan lokal di kalangan masyarakat.

Gerakan Lingkungan hingga Puncak Acara

Menjelang puncak peringatan HJKS pada 2 Mei 2026, Pemkot Semarang juga menyiapkan program peduli lingkungan berupa penukaran botol plastik dengan berbagai insentif, seperti produk lokal dan bibit tanaman.

Program ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sekaligus memperluas ruang hijau di lingkungan permukiman.

Rangkaian kegiatan HJKS ke-479 akan terus berlanjut hingga puncak acara yang akan diisi dengan doa bersama serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh berprestasi di Kota Semarang.

Wali Kota Agustina Wilujeng berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kesejahteraan itu berarti masyarakat merasa aman, tenteram, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik di Kota Semarang,” tutupnya.***