SALATIGA, (Gemparjateng.com) – Kontingen Muaythai Kota Semarang harus puas meraih empat medali emas, empat perak, dan dua perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Raihan tersebut belum memenuhi target delapan medali emas yang dicanangkan sebelumnya.
Empat medali emas Kota Semarang dipersembahkan oleh Kezia Putri dari nomor 63,5 kilogram putri, Cindy Calista (57 kilogram putri), Caren Janice (45 kilogram putri), serta M. Rizky S (48 kilogram putra). Pertandingan berlangsung di GOR Hati Beriman, Kota Salatiga.
Meski belum mencapai target, General Manager Kontingen KONI Kota Semarang, Heli Sulistianto, tetap mengapresiasi perjuangan para atlet. Menurutnya, hasil Porprov kali ini harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan persiapan menghadapi kompetisi mendatang.
“Target sebetulnya delapan emas, tapi kita hanya bisa memperoleh empat kali ini. Namun, tidak apa-apa. Mungkin ada banyak faktor penyebabnya, bukan hanya masalah teknis, tetapi juga mental dan fisik,” ujar Heli.
Ia menjelaskan, kondisi fisik atlet yang kurang prima diduga turut memengaruhi performa saat bertanding. Persiapan yang padat serta waktu istirahat yang terbatas setelah perjalanan dari Semarang menuju Salatiga menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi.
“Dari Semarang kemarin latihannya tidak ada istirahat. Sampai di sini, istirahat kurang, langsung main. Itu pasti membuat performa turun,” ungkapnya.
Heli menegaskan, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknik, kondisi fisik, hingga kesiapan mental para atlet.
Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan selama Porprov dapat diperbaiki untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya.
Selain faktor internal, ia menilai persaingan cabang olahraga muaythai pada Porprov Jawa Tengah 2026 semakin ketat.
Sejumlah kabupaten menunjukkan perkembangan prestasi yang patut diperhitungkan dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.
“Nampaknya daerah-daerah lain ada kemajuan, lebih maju daripada Porprov sebelumnya. Ada kemajuan dari kabupaten lain,” katanya.
Meski demikian, Heli memandang perkembangan tersebut sebagai hal positif bagi kemajuan olahraga di Jawa Tengah.
Menurutnya, keberhasilan daerah lain dalam meningkatkan prestasi merupakan bagian dari pemerataan pembinaan olahraga yang perlu didukung bersama.
“Kita tetap memberikan semangat kepada mereka. Empat emas itu lumayan. Kita juga tidak mau semua emas diborong Kota Semarang. Tujuan pembinaan prestasi harus berpikir secara luas, termasuk mendorong pemerataan medali agar kabupaten lain termotivasi,” tuturnya.
Ia berharap para atlet Muaythai Kota Semarang yang belum berhasil meraih medali tidak berkecil hati. Pengalaman bertanding di Porprov kali ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan.
Heli juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan. Menurutnya, kemampuan teknis harus diimbangi dengan mental bertanding yang kuat agar atlet dapat tampil maksimal.
“Pesan saya, jangan kecil hati. Justru ini merupakan awal kebangkitan untuk mengoreksi kelemahan. Evaluasi apakah tekniknya masih kurang atau mentalnya perlu diperkuat, karena mental itu penting,” pungkasnya.***













