Mahasiswa USM Asah Kemampuan Global Melalui KKN Internasional di Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR, (Gemparjateng.com) – Universitas Semarang (USM) kembali memperluas jejaring internasional melalui pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program yang berlangsung pada 2–27 Juni 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara International Office dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM.

Empat mahasiswa USM yang mengikuti program tersebut adalah Ibnu Dwi Setioko, Gamaliel Corsel, Sulthan Rafi Aryaputra Henri, dan Defita Hayu Hapsari. Mereka didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sinta Pramucitra.

Sinta Pramucitra mengatakan, KKN Internasional menjadi salah satu upaya USM untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya sekaligus meningkatkan kompetensi global mahasiswa.

Menurutnya, selama hampir satu bulan para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pembelajaran sosial budaya, serta penguatan jejaring internasional dengan berbagai pihak di Malaysia.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam lingkungan internasional yang multikultural,” ujar Sinta.

Kedatangan rombongan KKN Internasional USM mendapat sambutan dari Kepala Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, Ph.D., pada 3 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Romadhoni Surya Putra menekankan pentingnya menjaga citra institusi dan bangsa selama menjalankan program di luar negeri.

“Mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional merupakan duta kampus sekaligus duta bangsa. Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik Universitas Semarang, menghormati budaya setempat, menjunjung tinggi etika, serta menunjukkan karakter positif yang mencerminkan kualitas generasi muda Indonesia,” kata Ahmad.

Sementara itu, Kepala International Office USM, Faisal Yusuf, menyampaikan bahwa program KKN Internasional merupakan wujud komitmen universitas dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan pengembangan kapasitas mahasiswa di tingkat global.

Menurut Faisal, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan multikultural, memperluas wawasan internasional, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan adaptasi lintas budaya.

“KKN Internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dalam lingkungan multikultural, memperluas wawasan global, serta mengasah kemampuan komunikasi dan adaptasi lintas budaya. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat global di masa depan,” ungkap Faisal.

Ia berharap para peserta mampu menjadi agen diplomasi pendidikan yang memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai positif Indonesia kepada masyarakat internasional.

Program KKN Internasional USM 2026 di Kuala Lumpur menjadi salah satu langkah strategis universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah dinamika masyarakat dunia.***(bgy)