Koperasi Merah Putih Sinergi Bersama Pasar Rakyat Hadirkan Sembako Murah

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri pembukaan Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pasar Rakyat Bangetayu Kulon yang menggabungkan aktivitas ekonomi ratusan pelaku UMKM dengan program pangan murah dari Koperasi Merah Putih, Minggu, 8 Februari 2026.

Kegiatan ini menandai sinergi strategis antara Pasar Rakyat yang telah eksis selama empat tahun dengan koperasi yang baru terbentuk untuk menyediakan sembako terjangkau bagi masyarakat.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kelurahan Bangetayu Kulon dan Koperasi Merah Putih atas kolaborasi strategis ini. Semoga menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan koperasi dengan basis ekonomi kerakyatan,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Kawasan Bangetayu Kulon yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak kini menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal yang sangat dinamis.

Ratusan pelaku UMKM dari wilayah Genuk dan sekitarnya berpartisipasi menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kebutuhan rumah tangga.

“Tujuan kami dulu pertama kali membangun adalah mengumpulkan UMKM yang kita berdayakan di satu tempat. Alhamdulillah dari 20 lapak sampai hari ini sudah 250, dan masih ada sekitar 75 pelapak lagi yang mengantre karena keterbatasan tempat,” kata Ketua Paguyuban Pasar Rakyat, Walid.

“Kami berharap adanya dukungan pengerasan jalan agar pasar ini bisa lebih berkembang lagi ke depannya,” imbuhnya.

Menanggapi aspirasi pedagang, Agustina mendorong percepatan pembangunan fisik di wilayah Genuk, termasuk infrastruktur jalan untuk mendukung aktivitas UMKM.

Agustina menekankan bahwa perputaran ekonomi sirkular yang terjadi setiap minggu di pasar rakyat ini sangat efektif untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk penanganan banjir di wilayah Genuk guna menjamin kenyamanan kegiatan ekonomi warga.

“Pasar rakyat ini rutin berjalan setiap, berarti ada ekonomi sirkular yang berputar. Masyarakat bisa jalan sehat lalu jajan, ini memastikan inflasi bisa ditekan dan pertumbuhan ekonomi tetap baik,” ungkap Agustina.

“Saya minta Pak Camat segera ajukan usulan pengerasan jalan agar nantinya bisa digunakan maksimal untuk lapak UMKM kita,” tutur Agustina.

Bazar ini juga menawarkan paket sembako serba Rp 30.000 dan Rp 75.000, serta Minyak Kita seharga Rp 15.000-an untuk membantu warga menghadapi fluktuasi harga menjelang Ramadan.

Agustina mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan jalur air agar aktivitas pasar tidak memicu banjir di kemudian hari.

“Ketika selesai bubaran pasarnya, saya minta para warga itu ikut menyelesaikan sampahnya masing-masing. Juga ikut memungut sampah yang dalam pandangan matanya,” ujarnya.

“Tidak peduli siapa yang buang, kalau berada di dalam pandangannya, tolong dipungut diambil terutama yang berada di jalur air. Karena ini juga untuk kebaikan kita semua,” pungkasnya.***

Sumber berita : Humas Pemkot Semarang