Dilirik Hotman Paris, Siti Halimah Tetap Fokus Mengasah Kompetensi Hukum di Jawa Tengah

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Kesempatan berkarier di ibu kota bersama salah satu pengacara paling populer di Indonesia tidak membuat Siti Halimah, S.H. langsung berpindah haluan.

Advokat muda asal Kabupaten Pati yang akrab disapa Kalim ini justru memilih tetap berproses dan mengasah kemampuannya di daerah sebelum mengambil langkah yang lebih besar dalam dunia hukum.

Kalim mengaku pernah beberapa kali bertemu dengan pengacara kondang Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., LL.M., M.Hum. (Hotman Paris) saat menangani dan menghadiri sejumlah persidangan di Semarang.

Dari pertemuannya itu beberapa waktu lalu, ia mendapatkan tawaran sekaligus kemudahan untuk bergabung dengan kantor hukum milik Hotman Paris di Jakarta.

Meski peluang tersebut dinilai sangat prestisius, Kalim memilih untuk tidak terburu-buru. Baginya, pengalaman praktik dan pematangan kompetensi hukum di daerah menjadi bekal penting sebelum menapaki jenjang karier yang lebih tinggi.

“Waktu itu saya ditawarin sama Bang Hotman Paris untuk bergabung di Kantor Hukum Miliknya, tapi saya ingin memperkuat kemampuan terlebih dahulu, baik dalam penyusunan dokumen hukum, negosiasi, maupun analisis hukum secara menyeluruh,” kata Kalim, saat dihubungi wartawan, Senin, 8 Juni 2026.

Pilihan itu tidak terlepas dari perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Lahir di Kabupaten Pati pada 10 Juli 1995, Kalim tumbuh tanpa sosok ayah.

Ayah Kalim meninggal ketika dirinya masih berusia satu bulan. Kemudian Kalim dibesarkan oleh seorang ibu tunggal dengan segala keterbatasan ekonomi yang ada.

Sejak kecil, semangat untuk mengubah nasib telah tertanam kuat dalam dirinya. Melalui jalur beasiswa, ia berhasil menempuh pendidikan di sejumlah sekolah unggulan, mulai dari SD Negeri Kajen, SMP Negeri 1 Margoyoso, hingga SMA Negeri 2 Pati yang diselesaikannya pada tahun 2014.

Perjuangan berlanjut ketika memasuki bangku kuliah. Demi membiayai pendidikan secara mandiri, Kalim merantau ke Semarang dan bekerja di berbagai sektor.

Kalim pernah menjadi buruh pabrik di kawasan Demak dan Semarang, serta bekerja sebagai pramuniaga di salah satu jaringan minimarket nasional selama sekitar satu setengah tahun.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Semarang (USM).

Kondisi keuangan yang tidak selalu stabil membuatnya beberapa kali harus mengambil cuti kuliah. Namun, keadaan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkembang.

Bahkan, pada usia 23 tahun, Kalim mulai merintis usaha kuliner ayam geprek dan tahu mercon yang sempat berkembang hingga memiliki dua cabang.

Usaha tahu mercon yang dibangunnya sejak tahun 2018 masih bertahan hingga saat ini. Selain itu, ia juga mengelola usaha dekorasi balon dan buket bunga.

Setelah meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2023, kiprahnya semakin luas.

Selain menempuh Pendidikan Profesi Advokat, ia juga aktif dalam berbagai organisasi profesi, sosial, dan politik.

Saat ini, Siti Halimah atau Kalim tercatat sebagai Partner N. Tjahajono & Co Advokat dan Konsultan Hukum.

Ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Semarang, aktif di Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Dekopinda Kota Semarang, Bidang Hukum Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Jawa Tengah, pengurus DPD Partai Hanura Jawa Tengah, serta pengurus DPD Peradi Bersatu Jawa Tengah.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi tersebut menjadi wadah untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang advokasi hukum dan pemberdayaan perempuan.

Sebelum resmi menyandang profesi advokat, Kalim menjalani masa magang selama dua tahun tanpa menerima honorarium di bawah bimbingan advokat senior.

Pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter dan profesionalismenya sebagai penegak hukum.

Pada tahun 2025, ia resmi diambil sumpah sebagai advokat di bawah naungan Peradi Bersatu Jawa Tengah.

Kini, selain aktif menangani berbagai persoalan hukum, Kalim juga tengah melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Ngudi Waluyo.

Di tengah kesibukannya sebagai advokat dan aktivis organisasi, Kalim masih menyimpan cita-cita besar.

Terinspirasi semangat pantang menyerah yang kerap disampaikan politisi Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, ia kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi calon hakim.

Bagi Kalim, perjalanan hidup yang penuh tantangan bukanlah hambatan, melainkan bekal untuk terus bertumbuh. Dari seorang anak yang dibesarkan dalam keterbatasan hingga menjadi advokat profesional yang dilirik pengacara papan atas nasional.

Dari situlah ia dapat membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan, dan ketekunan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

“Intinya adalah, kalau kita bersyukur, tidak malu dan selalu bekerja keras, semangat, pasti usaha yang kita jalani tidak akan pernah sia-sia. Saya mulai nol membangun itu semua, penuh percaya diri dan kesabaran. Intinya adalah jangan malas belajar, karena pengalaman terbaik itu bukan hanya datang di dunia akademik saja, tetapi juga di luar akademik,” ungkapnya.***