Wisata  

USM LCC dan Disbudpar Kota Semarang Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Upaya mendorong generasi muda semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris terus dilakukan melalui berbagai kegiatan kreatif.

Salah satunya melalui lomba storytelling dan menyanyi berbahasa Inggris yang digagas Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM Language and Culture Center/LCC) bersama USM English Club.

Sebagai bagian dari persiapan kegiatan tersebut, tim LCC USM melakukan audiensi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kantor Disbudpar Kota Semarang itu dihadiri Direktur LCC USM Adi Ekopriyono, Manajer Marketing Adiprana Yogatama, serta dua mahasiswa USM English Club.

Mereka diterima Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, S.E., M.A.P. Audiensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kemampuan bahasa asing bagi pelajar.

Adi Ekopriyono mengatakan, lomba yang disiapkan tersebut ditujukan bagi para pelajar di Kota Semarang.

Selain storytelling, panitia juga menyiapkan lomba menyanyi menggunakan bahasa Inggris.

“Selain storytelling, juga diadakan lomba menyanyi berbahasa Inggris. Alhamdulillah sudah puluhan pelajar yang mendaftar, baik untuk storytelling maupun menyanyi,” kata Adi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan dan kreatif.

Sementara itu, Indriyasari menyambut positif gagasan penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai kemampuan bahasa asing menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda di tengah perkembangan dunia yang semakin terbuka.

“Kami menyambut baik kerja sama dan bisa kita tingkatkan pada penyelenggaraan tahun-tahun yang akan datang,” ujar Indriyasari.

Adi menjelaskan, storytelling merupakan kegiatan menyampaikan cerita secara lisan kepada orang lain, baik menggunakan alat bantu maupun tanpa alat bantu.

Materi yang disampaikan dapat berupa pesan, informasi, maupun dongeng yang dikemas secara menarik.

Menurut dia, metode tersebut membuat proses belajar bahasa menjadi lebih komunikatif karena peserta tidak hanya dituntut memahami bahasa Inggris, tetapi juga mampu menyampaikan cerita dengan ekspresi dan cara yang menarik.

“Lomba tersebut sebagai upaya LCC dalam meningkatkan kemampuan para pelajar berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa asing sudah merupakan kebutuhan yang urgent pada masa kini,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, LCC USM berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah itu juga diharapkan dapat membuka peluang penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan di Kota Semarang.***(bgy)