Wali Kota Semarang Dorong Pagar Nusa Jadikan Ilmu Silat sebagai Jalan Pengabdian

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Kemampuan bela diri tidak semata-mata menjadi bekal untuk menjaga diri. Di balik kekuatan seorang pesilat, terdapat nilai kedisiplinan, pengendalian diri, sportivitas, hingga tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menghadiri Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Semarang di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Minggu (27/9) malam.

Dalam kesempatan itu, Agustina mendorong 100 anggota tetap Pagar Nusa yang dikukuhkan untuk menjadikan kemampuan pencak silat sebagai kekuatan dalam mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Ada satu hal yang dekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama yaitu ilmu akan semakin bermakna ketika diamalkan dan diwariskan,” kata Agustina.

Sebanyak 100 anggota Pagar Nusa tersebut dikukuhkan setelah menjalani proses pendidikan dan kaderisasi selama kurang lebih dua hingga tiga tahun.

Menurut Agustina, proses panjang itu tidak hanya membentuk kemampuan bela diri, tetapi juga menempa kedisiplinan dan tanggung jawab para anggota.

Ia berharap ilmu yang telah diperoleh selama proses pendidikan tidak berhenti pada diri masing-masing anggota, melainkan dapat diteruskan dan dibagikan kepada orang lain.

Agustina menilai pencak silat juga mengajarkan pentingnya menempatkan kekuatan bersama pengendalian diri.

Seorang pesilat dituntut mampu mengatur gerakan, membaca situasi, menghormati lawan, menjaga sportivitas, serta mengetahui kapan kemampuan tersebut digunakan.

Nilai-nilai itu, menurutnya, dapat menjadi bekal bagi anggota Pagar Nusa untuk terus berkembang sekaligus mengambil peran dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Ilmu yang dimiliki jangan hanya menjadi kemampuan pribadi. Jadikan kemampuan itu sebagai bagian dari pengabdian dan sesuatu yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Agustina kemudian mengaitkan semangat kebersamaan tersebut dengan pengalaman Kota Semarang saat menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.

Menurutnya, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kenyamanan kota.

“Kalian merupakan bagian yang sangat penting dalam proses menciptakan suasana itu,” ujarnya.

Ia menyebut Semarang sebagai kota harmoni yang membutuhkan kontribusi dari berbagai unsur masyarakat.

Harmoni, kata Agustina, dapat diibaratkan seperti sebuah konser, ketika setiap orang menjalankan perannya masing-masing sehingga menghasilkan satu alunan yang dapat dinikmati bersama.

Karena itu, ia mengajak anggota Pagar Nusa turut mengambil bagian dalam menjaga Kota Semarang agar tetap menjadi kota yang nyaman, bersih, sehat, dan tangguh.

Tidak hanya itu, para anggota juga diharapkan terus berbagi pengalaman serta kemampuan yang dimiliki kepada masyarakat sebagai bagian dari pengabdian dan kontribusi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menerima pengukuhan sebagai anggota kehormatan Pagar Nusa Semarang.***