SEMARANG (Gemparjateng.com) – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam mendukung kiprah mahasiswa kembali ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melalui kehadirannya dalam dua agenda kemahasiswaan yang berlangsung di Kota Semarang, Senin (27/7/2026).
Kedua kegiatan tersebut memperlihatkan peran strategis mahasiswa, baik sebagai penyampai aspirasi di tingkat nasional maupun sebagai penggerak pembinaan generasi muda.
Pada pagi hari, Agustina menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX Tahun 2026 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang.
Mengusung tema “Menjaga Nurani Demokrasi: Konsolidasi Gerakan Mahasiswa untuk Keadilan Sosial dan Masa Depan Indonesia”, forum tersebut mempertemukan delegasi BEM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Di hadapan para peserta, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu mengajak mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan yang hadir.
“Ini adalah ruang di mana anak-anak mahasiswa bisa menyuarakan. Kita support, makanya kita semua hadir untuk mereka berani menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya,” ujar Agustina.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai mitra pembangunan sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah.
Pengalaman pribadinya sebagai mantan aktivis mahasiswa membuatnya memahami pentingnya ruang dialog dalam proses pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.
“Mahasiswa harus terus menjaga daya kritisnya, namun tetap menghadirkan solusi dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Pada hari yang sama, Agustina melanjutkan agenda dengan menghadiri Kompetisi Debat Piala Wali Kota Semarang yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HMPSIH) Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU) di Gedung Albertus, Kampus 1 SCU Bendan.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026 tersebut melibatkan 36 pelajar dari 12 SMA se-Kota Semarang.
Berbeda dengan Munas BEM SI yang menjadi ruang konsolidasi mahasiswa tingkat nasional, kompetisi debat ini memperlihatkan peran mahasiswa sebagai penyelenggara sekaligus pembina bagi pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, komunikatif, dan mampu menyampaikan argumentasi secara logis.
Agustina mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi generasi muda, terlebih di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“AI bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai manusia. Namun kualitas manusia yang menggunakannya tetap menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilannya,” kata Agustina.
Ia berharap kompetisi debat tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu membentuk karakter pelajar yang berani berpendapat, terbuka terhadap perbedaan pandangan, serta mampu menyampaikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui kehadirannya dalam dua agenda tersebut, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama mahasiswa dan pelajar.
Dukungan terhadap forum nasional maupun kegiatan yang digagas mahasiswa dinilai menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Kota Semarang maupun Indonesia.***













