Pemerintah Kota Semarang Perkuat Pengawasan dan Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Risiko Kecelakaan Silayur

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan pengawasan serta mempercepat penanganan risiko kecelakaan di kawasan tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan. Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan yang kembali terjadi pada Jumat, 10 April 2026.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.

Fokus utama diarahkan pada penertiban kendaraan berat dan penguatan sistem pengawasan di lapangan.

Menurut Agustina, kondisi tata ruang dan desain jalur menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko kecelakaan. Ia menilai kemiringan jalan di kawasan tersebut kurang sesuai untuk dilintasi kendaraan bertonase besar.

“Secara tata ruang memang ada kekeliruan yang harus diakui. Kemiringan jalan di sana menurut saya tidak ideal untuk kendaraan berat,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menjelaskan, jalur Silayur merupakan akses vital bagi aktivitas industri di wilayah tersebut. Karena itu, penanganan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif.

Pemkot, lanjutnya, terus mendorong koordinasi intensif agar kendaraan berat dapat beroperasi sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga menekankan bahwa risiko kecelakaan meningkat ketika kendaraan bermuatan besar melintasi jalur dengan kemiringan tinggi.

“Koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan terus dilakukan untuk penertiban. Kendaraan berat di jalur itu berpotensi meluncur dan membahayakan,” tegasnya.

Terkait perbaikan infrastruktur, Agustina mengakui bahwa pembenahan secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang besar.

Oleh karena itu, Pemkot saat ini memprioritaskan langkah-langkah yang dapat segera diterapkan, seperti penguatan pengawasan dan peningkatan kolaborasi antar pihak.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menekan potensi kecelakaan berulang.

Kesadaran kolektif, terutama dari pengusaha angkutan barang, dinilai penting untuk memastikan keselamatan di jalan.

“Kolaborasi harus terus diperkuat antara Dinas Perhubungan, kepolisian, dan para pengusaha. Meski sudah dilakukan, faktanya kecelakaan masih terjadi dan ini perlu evaluasi bersama,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Semarang akan terus mendorong peningkatan koordinasi lintas sektor serta memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, khususnya bagi kendaraan angkutan barang yang melintasi kawasan tersebut.

Agustina menegaskan, penanganan tanjakan Silayur membutuhkan komitmen bersama agar keselamatan pengguna jalan dapat terjaga secara berkelanjutan.***