SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Kota Semarang bersiap menyambut hari jadinya yang ke-479 pada 2 Mei 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda usia panjang ibu kota Jawa Tengah, tetapi juga refleksi atas perjalanan pembangunan serta arah masa depan kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menandai peringatan tersebut dengan menghadirkan 17 program atau “kado” bagi masyarakat.
Inisiatif ini dirancang tidak sekadar sebagai seremoni tahunan, melainkan menghadirkan manfaat nyata yang bisa langsung dirasakan warga.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa tema HUT tahun ini adalah “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”.
Tema tersebut mencerminkan dorongan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan lintas sektor.
“Tema ini menggambarkan gerak bersama untuk menghadirkan perubahan. Kita ingin menyatukan kekuatan tradisi dengan inovasi modern agar Semarang semakin bersih, sehat, cerdas, dan tangguh,” ujar Agustina, Sabtu, 11 April 2026.
Ia menegaskan, perayaan hari jadi kota merupakan milik seluruh masyarakat. Karena itu, berbagai program yang disiapkan diarahkan untuk memperkuat layanan publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Sejumlah program menyasar sektor fasilitas publik. Pemkot membuka akses gratis ke berbagai sarana olahraga, seperti Gedung Tri Lomba Juang, Lapangan Tambora, GOR Manunggal Jati, hingga padepokan pencak silat.
Selain itu, diskon khusus juga diberikan untuk penggunaan lapangan sepak bola pada hari puncak perayaan.
Di bidang transportasi, layanan BRT Trans Semarang akan digratiskan selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Mei 2026.
Kebijakan ini dilengkapi dengan potongan tarif parkir berbasis QRIS untuk mendorong kemudahan mobilitas warga.
Sementara itu, pada sektor layanan dasar, Pemkot memberikan potongan biaya sambungan air bersih serta layanan air tangki gratis untuk kebutuhan darurat dan kegiatan sosial.
Diskon layanan sanitasi juga disiapkan dengan kuota terbatas.
Tak hanya itu, sektor pariwisata turut mendapat perhatian melalui pembebasan tiket masuk seluruh objek wisata pada 2 Mei 2026.
Kemudahan perizinan usaha juga dihadirkan melalui program khusus yang dilengkapi berbagai insentif layanan.
Di bidang kesehatan, bantuan difokuskan pada ibu hamil berisiko tinggi dan bayi dengan berat badan lahir rendah di wilayah prioritas. Selain itu, skrining kesehatan gratis akan digelar di puluhan puskesmas.
Program lain yang disiapkan mencakup layanan jemput bola perizinan usaha, fasilitasi kemasan produk, hingga pengujian bahan berbahaya.
Pemkot juga menggelar penukaran sampah botol plastik dengan bibit tanaman, job fair, serta layanan administrasi kependudukan bagi pelajar dan penyandang disabilitas.
Menurut Agustina, rangkaian program tersebut diharapkan mampu memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menciptakan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Perayaan ini kami harapkan menjadi momen kebersamaan yang dirasakan seluruh warga, sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkesan dalam perjalanan Kota Semarang ke depan,” ujarnya.***
Sumber Berita dan Foto : Humas Pemkot Semarang













