ABON SEMAR dan Dinas Pertanian Semarang Hadirkan Pelatihan Lengkap Seni Bonsai

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Kota Semarang akan segera memiliki pusat edukasi khusus bagi pecinta tanaman hias. Akademik Bonsai Semarang (ABON SEMAR), berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Semarang, akan membuka Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai.

Acara peresmian atau pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 09.00 WIB di Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang, Jl. Mulawarman Raya No.1C, Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, dan rencananya akan dibuka langsung oleh Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Ketua ABON SEMAR, Alex Efendi, SH. MH, kepada wartawan menyampaikan, hadirnya sekolah ini merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat Semarang agar lebih mencintai tanaman hias Bonsai.

“Selain memberikan wawasan, kami juga akan melatih peserta secara langsung tentang cara merawat, membentuk, dan membuat bonsai dari berbagai jenis pohon,” ujar Alex belum lama ini.

Bonsai, seni membentuk pohon miniatur, bukan hanya soal estetika, tetapi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan pengetahuan ilmiah tentang tanaman.

Sekolah ini menyediakan pelatihan praktis dan teori sehingga peserta dapat memahami proses pemilihan pohon, teknik pemangkasan, pembentukan akar, hingga perawatan harian.

Menurut Alex Efendi, sekolah ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, baik pemula maupun yang sudah memiliki pengalaman di dunia bonsai.

Tidak hanya itu, ABON SEMAR juga berencana membuka cabang Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai di beberapa lokasi lain di Kota Semarang, untuk memudahkan warga mendapatkan edukasi tentang bonsai.

“Setiap peserta akan belajar teknik-teknik membentuk bonsai dari berbagai jenis pohon, mulai dari pohon lokal hingga pohon impor yang populer di dunia bonsai,” tambah Alex.

Dengan hadirnya sekolah ini, diharapkan warga Semarang tidak hanya memiliki hobi yang menyenangkan, tetapi juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan seni tradisional Jepang yang kini populer di Indonesia.

Sekolah Seni dan Budidaya Bonsai ini menjadi langkah konkret kota Semarang dalam mendukung edukasi hortikultura, seni, dan pelestarian tanaman hias, sekaligus memberikan wadah kreatif bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakatnya.***