Mudik Lebaran 2026 di Semarang Terpantau Kondusif, Sinergi Jadi Faktor Utama

SEMARANG, (Gemparjateng.com) – Arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026 di Semarang terpantau berjalan lancar dan kondusif. Kelancaran tersebut tidak lepas dari sinergi antara masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, serta jajaran kepolisian dalam mengatur mobilitas selama periode libur panjang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, terkait perkembangan arus lalu lintas melalui Posko Angkutan Lebaran.

Berdasarkan data pemantauan sejak 15 hingga 24 Maret 2026, volume kendaraan yang masuk dan keluar Kota Semarang terbilang tinggi.

Melalui Gerbang Tol Kalikangkung, tercatat ratusan ribu kendaraan melintas, menandakan peran strategis kota ini sebagai jalur utama pergerakan pemudik di Jawa Tengah.

Kepadatan lalu lintas juga terpantau di sejumlah ruas jalan utama. Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Siliwangi, dan Jalan Brigjen Katamso menjadi titik dengan intensitas kendaraan yang cukup tinggi, baik untuk arus masuk maupun keluar kota.

Tidak hanya jalur darat, pergerakan pemudik melalui berbagai moda transportasi juga menunjukkan aktivitas yang signifikan.

Hingga Selasa, 24 Maret 2026 malam, ratusan ribu penumpang tercatat keluar-masuk Semarang melalui kereta api, pesawat, kapal laut, dan bus antarkota.

Mobilitas tertinggi terjadi di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol, disusul Bandara Bandara Jenderal Ahmad Yani serta Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Emas yang juga melayani arus penumpang dalam jumlah besar.

Agustina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga kelancaran arus mudik dan balik.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

“Kami bersyukur arus mudik dan arus balik di Semarang berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk kepolisian, Dishub, dan masyarakat yang turut menjaga ketertiban,” ujarnya.

Pengamanan selama periode Lebaran juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat TNI, kepolisian, organisasi kemasyarakatan, hingga posko mandiri yang didirikan warga. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam mengantisipasi potensi gangguan di lapangan.

Pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) serta pengaturan langsung oleh petugas di titik-titik strategis.

Dampak kebijakan one way nasional sempat meningkatkan volume kendaraan di sejumlah simpang utama seperti kawasan Kaligarang dan Sam Poo Kong, namun kondisi tetap terkendali berkat rekayasa lalu lintas.

Selain jalur utama, perhatian juga difokuskan pada kawasan wisata dan pusat oleh-oleh yang ramai dikunjungi pemudik, seperti Lawang Sewu, Simpang Lima, Pandanaran, serta kawasan Kota Lama.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.

Pemantauan arus lalu lintas melalui Posko Angkutan Lebaran akan terus dilakukan hingga masa arus balik berakhir, guna memastikan mobilitas masyarakat tetap aman, tertib, dan nyaman.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang